Agun Gunandjar Tantang Airlangga di Munas Golkar

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Fraksi Partai Golkar di MPR, Agun Gunandjar Sudarsa berharap Hari Sumpah Pemuda yang diperingati setiap tahun oleh bangsa Indonesia semangatnya digunakan untuk mensukseskan Pemilu 2019, Jakarta, 26 Oktober 2018. (dok MPR RI)

    Ketua Fraksi Partai Golkar di MPR, Agun Gunandjar Sudarsa berharap Hari Sumpah Pemuda yang diperingati setiap tahun oleh bangsa Indonesia semangatnya digunakan untuk mensukseskan Pemilu 2019, Jakarta, 26 Oktober 2018. (dok MPR RI)

    TEMPO.CO, Jakarta - Politikus senior Partai Golkar Agun Gunandjar Sudarsa menyatakan siap menghadapi Airlangga Hartarto dalam pemilihan ketua umum di Munas Golkar pada 3-5 Desember 2019.

    Dia sekaligus menyatakan mundur dari posisinya sebagai Wakil Sekretaris Panitia Pelaksana Munas Golkar.

    "Deklarasi ini demi menyelamatkan Golkar agar tidak menjadi dinosaurus," katanya kepada Tempo pada hari ini, Senin, 25 November 2019.

    Agun Gunandjar menjelaskan bahwa dia khawatir dengan gerakan kubu Airlangga Hartarto -- Ketua Umum Golkar inkumben -- yang mendorong terpilih secara aklamasi dalam munas.

    Di sisi lain, menurut Agun Gunandjar, ada kemungkinan Ketua MPR Bamsoet atau Bambang Soesatyo urung mencalonkan diri. Dia mengklaim melihat dengan mata kepala sendiri gerakan mendesak Bamsoet mundur dari pencalonan.

    "Ada yang mencoba mendorong Dewan Pakar, Dewan Pembina, Dewan Kehormatan untuk pertemukan Airlangga Hartarto dan Bambang Soesatyo."

    Dia menyebut pencalonannya sebagai upaya agar munas tetap demokratis tanpa aklamasi. Agun Gunandjar menceritakan, niatnya mencalonkan diri disampaikan dalam rapat pleno Panitia Munas Golkar.

    Dalam rapat itu, Ketua Panitia Munas Melchias Markus Mekeng menyampaikan arahan bahwa forum tertinggi partai beringin itu harus demokratis dan tak boleh ada gerakan jegal-menjegal.

    Suhu di internal Golkar memang memanas menjelang Munas pada 3-5 Desember 2019. Kubu Kubu Airlangga dan Bamsoet saling tuding ingkar komitmen.

    Kubu Airlangga menuduh Bamsoet tak konsisten karena tetap maju, padahal pengurus pusat di bawah Airlangga sudah berupaya menjadikan Bamsoet Ketua MPR.

    Di sisi lain, kelompok menuduh Airlangga tak melaksanakan janjinya memasukkan para pendukung Bamsoet ke alat kelengkapan di DPR.


     

     

    Lihat Juga