KY Tetapkan 13 Orang Calon Hakim Agung. Siapa Saja Mereka?

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Bidang Rekrutmen Hakim Komisi Yudisial, Aidul Fitriciada Azhari (berpeci hitam) saat mengumumkan 13 calon hakim agung yang lolos seleksi kepribadian dan kesehatan, di Gedung Komisi Yudisial, Kramat, Jakarta Pusat, Selasa, 5 November 2019. Tempo/Egi Adyatama

    Ketua Bidang Rekrutmen Hakim Komisi Yudisial, Aidul Fitriciada Azhari (berpeci hitam) saat mengumumkan 13 calon hakim agung yang lolos seleksi kepribadian dan kesehatan, di Gedung Komisi Yudisial, Kramat, Jakarta Pusat, Selasa, 5 November 2019. Tempo/Egi Adyatama

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Yudisial menetapkan 13 orang calon hakim agung lolos di tahap III, yakni seleksi kesehatan dan kepribadian. Penetapan kelulusan tersebut ditetapkan dalam Rapat Pleno pada Selasa, 5 November 2019 di Gedung Komisi Yudisial, Jakarta Pusat.

    "Untuk latar belakang profesi, yang berlatar belakang dari hakim ada 10 orang. Hakim pajak, di peradilan pajak di bawah Kementerian Keuangan 2 orang dan 1 orang akademisi," ujar Ketua Bidang Rekrutmen Hakim, Aidul Fitriciada Azhari, saat ditemui di Kantor KY.

    Berdasarkan jenis kamar yang dipilih, 23 hakim yang lolos ini terdiri dari 2 orang dari kamar Agama, 4 orang dari kamar Perdata,  2 orang dari kamar Pidana, 3 orang dari kamar Militer, dan 2 orang dari kamar Tata Usaha Negara khusus pajak. Sementara berdasarkan kategori jenis kelamin, sebanyak 11 orang calon merupakan laki-laki, dan hanya 2 orang perempuan.

    Aidul mengatakan selanjutnya para calon hakim agung itu akan mengikuti seleksi wawancara pada Selasa-Kamis, 12-14 November 2019 di Gedung KY.

    "Dalam wawancara ini CHA akan digali lebih mendalam mengenai visi, misi, dan komitmen, Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim (KEPPH), filsafat hukum dan teori hukum, wawasan pengetahuan peradilan dan perkembangan hukum, serta penguasaan hukum materiil dan formil," ujar Aidul.

    Seleksi ini nantinya diperuntukkan mengisi 8 kursi hakim agung, dengan rincian: 3 orang untuk kamar Pidana, 1 orang untuk kamar Agama, 2 orang untuk kamar Militer, 4 orang untuk kamar Perdata, dan 1 orang untuk kamar Tata Usaha Negara khusus pajak.

    Aidul menyebut berdasarkan kategori pendidikan, sebanyak 7 orang bergelar doktor dan 6 orang lainnya bergelar magister. Dab dari 13 calon tersebut, 12 di antaranya berasal dari jalur karir dan hanya satu orang yang jalur nonkarir.

    Ketiga belas calon hakim agung itu adalah:

    1. Kamar Pidana

    Artha Theresia Silalahi - Hakim Tinggi Pengadilan Negeri Palembang
    Soesilo - Hakim Tinggi Pengadilan Negeri Banjarmasin

    2. Kamar Perdata

    Dwi Sugiarto - Hakim Tinggi Pengadilan Negeri Denpasar
    Maryana - Hakim Tinggi Pengadilan Negeri Yogyakarta
    Rahmi Mulyati - Panitera Muda Perdata Khusus pada Mahkamah Agung
    Sumpeno - Hakim Tinggi Pengadilan Negeri Denpasar

    3. Kamar Agama

    Ahmad Choiri - Ketua Pengadilan Tingga Agama Samarinda
    Busra - Ketua Pengadilan Tinggi Agama Kupang

    4. Kamar Militer

    Kolonel Sus Reki Irene Lumme - Hakim Tinggi Badan Pengawasan Mahkamah Agung
    Brigjen TNI Sugeng Sutrisno - Hakim Militer Utama
    Kolonel Tiarsen Buaten - Dosen Sekolah Tinggi Militer

    5. Kamar Tata Usaha Negara

    Sartono - Wakil Ketua III Pengadilan Pajak bidang Pembinaan dan Pengawasan Kinerja Hakim.
    Triyono Martanto - Hakim pada Pengadilan Pajak.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.