Ridwan Kamil Paparkan Inovasi Pemdaprov Jabar di Korea Selatan

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menerima gelar Doctor Honoris Causa Bidang Public Administration dari Dong-A University di Busan, Korea Selatan, Senin, 4 November 2019. (dok Pemprov Jabar)

    Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menerima gelar Doctor Honoris Causa Bidang Public Administration dari Dong-A University di Busan, Korea Selatan, Senin, 4 November 2019. (dok Pemprov Jabar)

    INFO JABAR — Indonesia dan Korea Selatan memiliki visi yang sama, yakni mendorong pertumbuhan ekonomi terutama di sektor ekonomi digital. Korea Selatan sebagai negara terkemuka dalam sektor tersebut.

    Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil atau Emil, menyatakan hal itu usai menerima gelar Doctor Honoris Causa Bidang Public Administration dari Dong-A University di Busan, Korea Selatan, Senin, 4 November 2019.

    “Ekonomi digital adalah sektor yang sangat relevan untuk terus dikembangkan karena ekonomi digital dan industri 4.0 telah menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi dunia, terutama di negara-negara maju,” ucap Emil.

    Emil berharap hubungan Indonesia, terutama Jabar, dengan Korea Selatan terus berlangsung di semua sektor. “Kunjungan ini menunjukkan bahwa kerja sama kedua negara harus semakin erat,” katanya.

    Ia juga memaparkan sejumlah inovasi  Pemerintah Provinsi Jabar. Di antaranya, penerapan dynamic governance atau birokrasi dinamis yang bertujuan mendobrak kebekuan dan lambannya kegiatan pembangunan akibat permasalahan birokrasi.

    Pemprov Jabar juga mempraktikkan konsep Penthahelix, menggandeng lima unsur, yaitu ABCGM (akademisi, bisnis, community, government, dan media). Pemerintahan harus beradaptasi dengan perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat.

    Selain itu, Pemprov Jabar tengah membangun ekonomi digital inklusif dengan menggagas Desa Digital, melalui pemanfaatan teknologi digital dan Internet untuk mengembangkan potensi desa, pemasaran dan percepatan akses serta pelayanan informasi.

    “Di sektor perikanan, 1.039 kolam yang menggunakan teknologi smart auto feeder. Lewat teknologi itu, memberi pakan ikan bisa menggunakan gawai. Hal tersebut membuat panen bisa naik dari dua menjadi empat kali dalam setahun,” kata Emil.

    “Saya harap, saya dapat menyelesaikan semua tugas dengan pendekatan baru untuk Jawa Barat. Seperti yang dikatakan Seok Woo dalam film Train to Busan ‘Apa pun yang kamu lakukan, kamu harus menyelesaikan apa yang kamu mulai’,” ucap Emil. (*)


     

     

    Lihat Juga