Ini Upaya Kemendag untuk Optimalisasi Program Gerai Maritim

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penandatanganan Perjanjian Kemitraan dan Business Matching Gerai Maritim antara Kementerian Perdagangan yang diwakili oleh Direktur
Sarana Distribusi dan Logistik, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur dan Kepala Dinas yang membidangi
perdagangan Kabupaten/Kota yang dilalui trayek Tol Laut yang melalui Surabaya,

    Penandatanganan Perjanjian Kemitraan dan Business Matching Gerai Maritim antara Kementerian Perdagangan yang diwakili oleh Direktur Sarana Distribusi dan Logistik, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur dan Kepala Dinas yang membidangi perdagangan Kabupaten/Kota yang dilalui trayek Tol Laut yang melalui Surabaya,

    INFO NASIONAL — Program Gerai Maritim melalui pemanfaatan Tol Laut dan Jembatan Udara merupakan bentuk partisipasi Kementerian Perdagangan (Kemendag) yang diharapkan dapat meningkatkan kelancaran arus barang; peningkatan perdagangan antarpulau; dan menjaga ketersediaan barang. Hal ini sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan dan Peraturan Presiden Nomor 71 Tahun 2015 tentang Penetapan dan Penyimpanan Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting. 

    Direktorat Sarana Distribusi dan Logistik juga telah menyelenggarakan Business Matching Gerai Maritim pada 8 Agustus 2019 lalu di Surabaya. Kegiatan ini untuk meningkatkan pelaksanaan Gerai Maritim, baik muatan berangkat maupun muatan balik, perdagangan antarpulau serta meningkatkan pendistribusian dan pemasaran produk unggulan daerah serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

    Pada kegiatan tersebut telah dilaksanakan penandatanganan Perjanjian Kemitraan antara Kementerian Perdagangan yang diwakili oleh Direktur Sarana Distribusi dan Logistik, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur dan Kepala Dinas yang membidangi perdagangan kabupaten/kota yang dilalui trayek Tol Laut yang melalui Surabaya.

    Potensi transaksi antara pelaku usaha atau BUMN dengan nilai transaksi mencapai kurang lebih Rp 162,87 miliar meliputi beras, minyak goreng, bawang merah, jagung, sagu, bibit kapulaga, kopra, kemiri kulit, dan kayu sengon.

    Kegiatan ini diharapkan menjadi trigger bagi pelaku usaha lainnya untuk meningkatkan produksi produk unggulan mereka dan meningkatkan perekonomian di daerah. Hal tersebut juga sejalan dengan amanat Perpres 70 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Kewajiban Pelayanan Publik untuk Angkutan Barang dari dan ke Daerah Tertinggal, Terpencil, Terluar, dan Perbatasan. 

    Terkait jenis barang yang diangkut dalam muatan Gerai Maritim, telah tertuang dalam Permendag Nomor 38 Tahun 2018 tentang Penetapan Jenis Barang yang Diangkut dalam Program Pelayanan Publik untuk Angkutan Barang Dari dan Ke Daerah Tertinggal, Terpencil, Terluar dan Perbatasan. Diharapkan akan meningkatkan optimalisasi penggunaan ruang muat kapal Tol Laut dan Jembatan Udara serta peningkatan perdagangan antarpulau. 

    Sebagai sarana penunjang program Gerai Maritim, Kemendag telah membangun Depo Gerai Maritim di 14 kab/kota yang dilalui trayek Tol Laut. Untuk optimalisasi pengelolaan Depo Gerai Maritim di daerah masing-masing, telah dilakukan Workshop Supply Chain dengan tema “Pengelolaan Depo Gerai Maritim” pada 16-18 September 2019 lalu di Cikarang, Jawa Barat.

    Selain pemberian materi di kelas, dilakukan juga kunjungan ke area pergudangan PT Trans Retail Indonesia untuk melihat secara langsung layout pergudangan, aktivitas pergudangan dan alat-alat penunjang operasional pergudangan di gudang tipe dry storage maupun cold storage. Workshop ini bertujuan memberikan pengetahuan dan merancang SOP pengelolaan Depo Gerai Maritim yang tepat dan efisien sehingga menghasilkan SDM yang profesional dalam mengelola gudang. 

    Sesuai amanat Kepdirjen Nomor 41 Tahun 2018, Direktorat Sarana Distribusi dan Logistik untuk melakukan pendataan, pemantauan dan evaluasi terhadap jenis, jumlah dan harga barang di daerah yang termasuk dalam program Gerai Maritim.

    Untuk itu, Direktorat Sarana Distribusi dan Logistik juga telah melakukan Bimbingan Teknis Sistem Informasi Gerai Maritim (SIGM) yang diselenggarakan pada tanggal 13–15 Oktober 2019 di Tangerang dengan memberikan pelatihan teknis kepada operator data di daerah dalam rangka optimalisasi pemanfaatan Sistem Informasi Gerai Maritim. 

    Program Gerai Maritim bersifat menyeluruh dan terintegrasi, dengan melibatkan peran stakeholder terkait, sehingga program ini diharapkan mampu mendorong perdagangan dalam negeri utamanya menjaga ketersediaan barang dan kestabilan harga, khususnya di daerah tertinggal, terpencil, terluar dan perbatasan. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Konflik Lahan Era SBY dan 4 Tahun Jokowi Versi KPA

    Konsorsium Pembaruan Agraria menyebutkan kasus konflik agraria dalam empat tahun era Jokowi jauh lebih banyak ketimbang sepuluh tahun era SBY.