Tito Akan Beri Penghargaan Pemda dengan Serapan Anggaran Tinggi

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian melambaikan tangan saat berjalan memasuki Kompleks Istana Kepresidenan di Jakarta, Senin, 21 Oktober 2019. ANTARA

    Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian melambaikan tangan saat berjalan memasuki Kompleks Istana Kepresidenan di Jakarta, Senin, 21 Oktober 2019. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian berencana memberikan penghargaan kepada pemerintah daerah yang berkinerja baik dalam realisasi anggaran. "Kami akan membuat iklim yang kompetitif. Yang bagus kami akan beri penghargaan. Yang kurang bagus, kami akan sebutkan," kata Tito di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa, 29 Oktober 2019.

    Tito mengaku menerima informasi dari jajaran Kemendagri bahwa penyerapan anggaran di sejumlah daerah baru lebih kurang 60 persen. Padahal, pemerintah daerah memiliki target serapan minimal tersisa dua bulan lagi.

    "Artinya apa, penggunaan dana tak digunakan secara efektif kalau hanya 60 persen. Terus yang sampai ke publik berapa? Ini akan kami lihat provinsi per provinsi nantinya, kabupaten per kabupaten," ujarnya.

    Dalam waktu dekat, Tito mengaku akan melakukan evaluasi akhir tahun. Ia akan melihat penggunaan anggaran dan realisasi yang dilakukan tiap pemerintah daerah. Ia mengingatkan agar pemda tidak hanya 'send' atau sekedar membuat program, tapi juga 'deliver' atau programnya dirasakan masyarakat.

    "Kami lihat di Pemda tertentu apakah lebih banyak belanja pegawai, belanja barang, atau belanja modal. Kalau banyak belanja pegawai dan barang, berarti itu digunakan untuk kepentingan aparat," kata dia.

    Selain mengganjar dengan penghargaan, Tito berencana mengaktifkan Inspektorat Jenderal di pemerintah daerah. Tugas Inspektorat nantinya akan melihat dan menyisir program-program yang tepat sasaran atau tidak.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.