Prabowo Diklaim Minta Gerindra DKI Kritisi Anies Baswedan

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat menyaksikan pemaren foto Ruang Ketiga Jakarta di Balai Kota Jakarta Pusat, Sabtu 19 Oktober 2019. TEMPO/Taufiq Siddiq

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat menyaksikan pemaren foto Ruang Ketiga Jakarta di Balai Kota Jakarta Pusat, Sabtu 19 Oktober 2019. TEMPO/Taufiq Siddiq

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono mengklaim ketua umumnya, Prabowo Subianto meminta Fraksi Gerindra di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DKI Jakarta mengkritisi kinerja Gubernur DKI Anies Baswedan. Dia menyebut banyak masukan dari masyarakat Jakarta yang kecewa dengan kinerja Anies selama ini.

    "Perintah Ketum Gerindra agar Fraksi Gerindra di DKI mengkritisi Anies Baswedan supaya Anies sukses memimpin Jakarta dan janji kampanye kepada masyarakat Jakarta bisa ditepati," kata Arief kepada wartawan di kompleks parlemen, Jakarta, Senin, 28 Oktober 2019.

    Partai Gerindra merupakan salah satu pengusung Anies Baswedan di pemilihan gubernur DKI Jakarta tahun 2017. Bersama Partai Keadilan Sejahtera, Gerindra mengusung Anies Baswedan dan Sandiaga Uno yang terpilih memenangi pilgub.

    Arief mengklaim kekritisan terhadap Anies ini tak ada hubungannya dengan sikap politik Gerindra bergabung dengan koalisi Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Dia mendaku, mengkritik bukan berarti berseberangan dengan Anies.

    Arief beralasan, kerja pemerintah DKI Jakarta merupakan kerja tim. Anies, ucapnya, harus tahu jika kinerja anak buahnya masih kurang becus sehingga masyarakat tidak puas.

    Dia mencontohkan beberapa program pemerintah DKI, di antaranya OK OCE (One Kecamatan One Centre of Enterpreneurship), pengurangan kemacetan, lapangan pekerjaan, dan pengawasan kebocoran Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah pada proyek-proyek di DKI yang disebutnya sarat dengan korupsi.

    "Enggak boleh Anies sendirian tanpa diingatkan, apalagi Anies ini punya potensi yang sangat besar untuk bisa jadi Presiden RI kedelapan," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.