JK Berkisah Masa Paling Sulit Sekaligus Berkesan sebagai Wapres

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla saat menerima murid SMP Islam Athirah Makassar, di Kantor Wakil Presiden, di Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis, 17 Oktober 2019. Tempo/Egi Adyatama

    Wakil Presiden Jusuf Kalla saat menerima murid SMP Islam Athirah Makassar, di Kantor Wakil Presiden, di Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis, 17 Oktober 2019. Tempo/Egi Adyatama

    TEMPO.CO, Jakarta-Baberapa hari sebelum masa tugasnya habis, Wakil Presiden Jusuf Kalla alias JK berkisah tentang masa-masa paling sulit dalam karir sepuluh tahun menjadi wakil presiden. Menurut JK menciptakan perdamaian menjadi pekerjaan paling sulit yang pernah ia jalankan selama menjadi orang nomor dua di Indonesia.

    "Perdamaiaan. Paling sulit, perdamaian, Aceh dulu, Poso, Ambon, itu paling sulit. Itu (masyarakat) berkelahi. Itu paling sulit untuk mendamaikan, paling sulit," kata JK saat menerima siswa SMP Islam Athirah Makassar, di Kantor Wakil Presiden, di Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis, 17 Oktober 2019.

    JK menjadi Wakil Presiden di dua periode kepemimpinnan presiden. Yang pertama di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 2004-2009, dan kedua di era Presiden Joko Widodo pada 2014-2019. JK dikenal sebagai juru damai sejumlah konflik besar.

    JK menjadi inisiator dibuatnya perjanjian Malino yang mengakhiri konflik di Poso pada 2001. Saat itu, JK masih menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat di era Presiden Megawati Soekarnoputri. Di konflik Aceh, JK mendorong terjadinya dialog Helsinki, yang memastikan konflik berdarah itu berhenti. Saat itu, JK baru saja menjabat sebagai Wakil Presiden pada 2004.

    Meski sulit untuk menciptakan perdamaian, namun JK bersyukur konflik akhirnya bisa diselesaikan. Momen ini pula yang paling berkesan selama masa tugasnya. "Kalau mendamaikan orang yang berkonflik, berperang, itu juga paling berkesan. Tentu tidak mudah. Tapi Inshaallah, kita bisa lalui," kata JK.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.