Cerita Puteri Komarudin, Anggota DPR Muda Berharta Rp 40,5 Miliar

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Puteri Komarudin ditemui di ruangannya, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Puteri Komarudin ditemui di ruangannya, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    TEMPO.CO, Jakarta - Wajah anggota DPR Puteri Komarudin beberapa hari terakhir ini terpampang di berbagai media sosial. Ia tercatat sebagai salah satu anggota parlemen berusia belia yang punya kekayaan wah, senilai Rp 40,5 miliar.

    Puteri dari mantan Ketua DPR Ade Komarudin ini angkat bicara soal pergunjingan di media sosial soal dirinya itu.

    "Dari kecil aku udah terbiasa dikaitkan sama Papa, cuma yang aku pegang adalah ya udah berusaha lebih keras aja lagi," kata Puteri Komarudin, 26 tahun, ketika ditemui beberapa waktu lalu.

    Puteri menjadi anggota DPR periode 2019-2024 dari Partai Golkar. Dia maju dari daerah pemilihan Jawa Barat VII yang sebelumnya juga menjadi dapil Ade Komarudin.

    Meski begitu, perempuan bernama lengkap Puteri Anetta Komarudin ini mengatakan sang ayah sama sekali tak membantunya selama kampanye pemilihan legislatif yang lalu. Politikus senior Partai Golkar itu sakit selama hampir dua tahun terakhir hingga tak lagi beraktivitas politik.

    "Selama masa kampanye beliau sama sekali tidak membantu, karena memang tidak bisa, untuk makan saja perlu dibantu," kata dia.

    Puteri bercerita, rahasia suksesnya lolos ke Senayan adalah dengan gencar berkampanye langsung ke masyarakat. Dia mengaku berkeliling ke tiga kabupaten di Bekasi, Karawang, dan Purwakarta.

    Perempuan kelahiran Bandung, 21 Agustus 1993 ini mengaku menghabiskan dana Rp 1 miliar untuk berkampanye. Sebagian besar dana dialokasikan untuk biaya operasional berkeliling ke desa-desa di daerah pemilihan.

    Sebelum terjun ke politik, Puteri sempat menjadi Pengawas Bank Junior di Otoritas Jasa Keuangan selama tiga tahun lebih. Di DPR, lulusan Chai CHee Secondary School Singapura dan jurusan ekonomi Universitas Melbourne ini pun mengincar Komisi Keuangan atau Komisi XI.

    Visi Puteri di Komisi XI ialah membuat undang-undang yang mengatur tentang praktik rentenir. Menurut dia, praktik lintah darat itu amat merugikan masyarakat di banyak tempat, termasuk di daerah pemilihannya.

    "Aku ingin dorong supaya Komisi XI lebih sensitif gender juga, karena yang disasar oleh praktik rentenir itu adalah perempuan," kata Puteri.
    Selain itu, dia juga ingin mendorong OJK lebih masif memberikan edukasi terkait akses terhadap produk keuangan legal serta menyelenggarakan perlindungan konsumen.

    Ketua Departemen Pemberdayaan Perempuan Partai Golkar ini juga angkat bicara soal Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara atau LHKPN-nya sebesar Rp 40,5 miliar, angka yang dianggap fantastis untuk usia 26 tahun. Menurut Puteri, 95 persen angka itu berasal dari harta tak bergerak, yakni satu bidang tanah yang terletak di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

    Tanah seluas 664 meter persegi itu adalah warisan keluarga yang sudah turun temurun. Puteri mengaku melaporkan nilai aset itu berdasarkan Nilai Jual Obyek Pajak (NJOP) dan harga pasar yang berlaku.

    "Apa yang aku laporkan itu merefleksikan kenaikan harga tanah juga. Aku enggak mau nanti di kemudian hari malah jadi polemik, makanya berusaha se-transparan mungkin," ucap Puteri.

    Dalam dokumen LHKPN yang dilaporkan pada Desember 2018, Puteri tercatat memiliki aset berupa tanah dan bangunan di empat lokasi. Selain tanah di Kebayoran Baru senilai Rp 40 miliar, dia juga memiliki tiga bidang tanah di Purwakarta, masing-masing seluas 1.095 meter persegi dengan nilai Rp 80 juta, 735 meter persegi dengan nilai Rp 100 juta, dan 1.497 meter persegi dengan nilai Rp 65 juta.

    Dia juga mempunyai aset berupa mobil Kijang Innova tahun 2013 dengan nilai Rp 150 juta, kas dan setara kas sebesar Rp 114 juta, dan harta lainnya senilai Rp 35 juta.

    Puteri Komarudin mengaku tak mau ambil pusing dengan banyaknya anggapan miring terhadap dirinya sebagai legislator muda dengan aset miliaran. Selain aset tanah warisan keluarga tersebut, Puteri mengaku memiliki uang simpanannya sendiri yang berasal dari beberapa usaha yang dia jalani.

    "Nilai yang bombastis itu kan memang tanah keluarga yang turun temurun, karena harga tanah di Jakarta terus meningkat setiap tahunnya. Kalau yang lain-lain kan aku juga punya usaha sendiri, punya day care, punya pesantren, nabung dari zaman part time di Singapura dan Melbourne," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.