Setelah Penusukan Wiranto, Amir JAD Cirebon Dicokok Densus 88

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tersangka kasus teror bom Thamrin, Aman Abdurrahman alias Abu Sulaiman jalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Jakarta Sekatan, 15 Februari 2018. Aman diketahui sebagai pimpinan kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD). REUTERS/Beawiharta

    Tersangka kasus teror bom Thamrin, Aman Abdurrahman alias Abu Sulaiman jalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Jakarta Sekatan, 15 Februari 2018. Aman diketahui sebagai pimpinan kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD). REUTERS/Beawiharta

    TEMPO.CO, Cirebon – Densus 88 (Detasemen Khusus) Antiteror Polri menangkap Amir JAD (Jamaah Anshorut Daulah) Cirebon tiga hari setelah penusukan Wiranto di Pandeglang, Banten, pada Kamis siang pekan lalu.

    Pria itu berinisial YF, 49 tahun, alias Y Buntung. Dia ditangkap Densus 88 pada Ahad, 13 Oktober 2019, sekitar pukul 18.30 WIB. YF ditangkap di daerah Panguragan, Kabupaten Cirebon.

    Polisi lantas menggeledah rumahnya di Desa Bojong Wetan, Kecamatan Jamblang, Kabupaten Cirebon. “YF termasuk jaringan JAD, Amir Cirebon,” kata Kapolres Cirebon Ajun Komisaris Besar Suhermanto hari ini, Senin, 14 Oktober 2019.

    Suhermanto menjelaskan jajaran Polres Cirebon hanya membantu Densus 88 melakukan penggeledahan. Dia tak mengatakan bahwa penangkapan ini terkat dengan kasus penusukan Wiranto. 

    Sehari-harinya, dia menuturkan, YF bekerja sebagai mekanik barang elektronik. Dari rumah YF disita sejumlah barang bukti. Mulai dari beberapa botol cairan kimia, senapan rakitan, panah, busur panah, baterai, pipa, sejumlah buku, serta pola senjata.

    Pada Ahad malam itu, Densus 88 juga menangkap dua orang jaringan teroris JAD lainnya. Mereka adalah BA, warga RT 01/RW 03 Kelurahan Panjunan, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, dan F atau Rizalul Fajri yang dicokok di sebuah toko di Jalan Ahmad Yani, Kota Indramayu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Intoleransi di Bantul dan DIY Yogyakarta dalam 2014 hingga 2019

    Hasil liputan Tempo di DIY Yogyakarta, serangan terhadap keberagaman paling banyak terjadi di Bantul sepanjang 2014 sampai 2019.