Hilang Saat Demo Mahasiswa, Keluarga Dapati Akbar Alamsyah Kritis

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pedagang berjualan di tengah-tengah massa mahasiswa saat BEM SI berdemo di sekitar Gedung DPR, Jakarta, Selasa, 1 Oktober 2019.  Demo mahasiswa BEM SI membawa empat tuntutan yang mereka sebut sebagai #TuntaskanReformasi. TEMPO/Subekti.

    Sejumlah pedagang berjualan di tengah-tengah massa mahasiswa saat BEM SI berdemo di sekitar Gedung DPR, Jakarta, Selasa, 1 Oktober 2019. Demo mahasiswa BEM SI membawa empat tuntutan yang mereka sebut sebagai #TuntaskanReformasi. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) menyebut ada satu lagi korban dugaan kekerasan saat demo mahasiswa di DPR pada 25 September 2019.

    Korban tersebut bernama Akbar Alamsyah. Saat ini ia dirawat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto Jakarta.

    "Aku dan tim Jumat bertemu dengan Ibu dan bapaknya Akbar. Kondisi Akbar masih kritis," kata Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan Yati Andriyani dihubungi, Ahad, 6 Oktober 2019.

    Yati mengatakan Akbar diduga korban kekerasan dalam demo 25 September 2019. Pihak keluarga, kata dia, sempat tak mengetahui keberadaan Akbar selama empat hari. "Pada 29 September sore keluarga tahu Akbar sudah di RSPAD," kata dia. Sebelum dirujuk ke RSPAD, Akbar sempat dirawat di RS Pelni dan Rumah Sakit Bhayangkara.

    Yati mengatakan pada 25 September, Akbar pamit ke ibunya untuk menonton aksi demonstrasi pelajar menolak revisi Undang-Undang kontroversial di depan Gedung DPR. Ia datang bersama dua kawannya.

    Yati mengatakan pihaknya masih menelusuri keterangan lebih lanjut tentang kondisi Akbar dalam demonstrasi tersebut, sejak ditangkap hingga menjadi korban kekerasan hingga membuatnya koma.

    "Kejadian ini masih harus kita klarifikasi dan cari tahu lebih lanjut dari kawan Akbar," kata dia. Yati berkata RS Bhayangkara menanggung biaya perawatan Akbar selama 3 bulan ke depan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.