Panglima TNI Pastikan Wamena Aman, Sekolah Masuk Lagi Senin

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, melakukan inspeksi pasukan Apel Kesiapan Pasukan Pengamanan Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih 2019, di Skadron 17 Pangkalan Udara Militer TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin, 30 September 2019. Sebanyak 8.526 prajurit TNI disiagakan dalam pelantikan Presiden dan Wakil Presiden 2019 terpilih yang berlangsung pada 20 Oktober 2019 dalam Sidang Paripurna MPR. TEMPO/Imam Sukamto

    Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, melakukan inspeksi pasukan Apel Kesiapan Pasukan Pengamanan Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih 2019, di Skadron 17 Pangkalan Udara Militer TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin, 30 September 2019. Sebanyak 8.526 prajurit TNI disiagakan dalam pelantikan Presiden dan Wakil Presiden 2019 terpilih yang berlangsung pada 20 Oktober 2019 dalam Sidang Paripurna MPR. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, JakartaPanglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto memastikan saat ini kondisi di Wamena telah aman. Ia pun menyebut sekolah akan mulai beroperasi secara normal pada Senin, 7 Oktober 2019 mendatang.

    "Dari apa yang kita peroleh informasi, bahwa mulai hari Senin untuk pendidikan itu sudah mulai normal kembali," kata Hadi saat ditemui dalam acara perayaan hari ulang tahun TNI ke-74, yang digelar di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Sabtu, 5 Oktober 2019.

    Ia mengatakan pascakerusuhan yang mengakibatkan 33 orang tewas, situasi pendidikan di Wamena dan sekitarnya terganggu. Setelah belakangan situasi mulai mereda, Hadi mengatakan masyarakat meminta sekolah mulai dari SD hingga SMA segera kembali beroperasi.

    Saat ini, Hadi mengatakan ada sekitar 3.800 pengungsi yang ada di wilayah Wamena. "(Mereka) ikut di beberapa tempat di Koramil, di Kodim, maupun di Polsek," kata Hadi.

    Sedangkan pengungsi asal Wamena yang berada di Jayapura mencapai 8.600. Hadi mengatakan dari total jumlah itu, yang ada di penampungan hanya 3.500 hingga 5.000 orang. "Lainnya karena ikut saudaranya yang ada di wilayah Jayapura," kata Hadi.

    Hadi mengatakan banyak warga Wamena yang berharap pendatang yang mengungsi ke Jayapura untuk segera kembali ke Wamena. Sebabnya, Hadi mengatakan para pendatang adalah kunci penggerak ekonomi di sana.

    "Penduduk lokal tidak menginginkan bahwa pendatang itu pulang. Jadi menginginkan tetap berada di Wamena," kata Hadi.

    Pada Senin pula, Hadi mengatakan ia akan mendatangi Papua bersama Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan; Kementerian Kesahatan; Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat; hingga Kementerian Sosial. Mereka akan meninjau situasi terakhir yang ada di tanah Papua, khususnya Wamena dan sekitarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.