Dahnil Anzar Bantah Gerindra Minta Jatah Tiga Kursi Kementerian

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo atau Jokowi (kiri) berbincang dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kanan) saat pertemuan di FX Senayan, Jakarta, Sabtu, 13 Juli 2019. Kedua kontestan Pilpres 2019 itu sepakat untuk menjaga kesatuan dan persatuan di Indonesia. Foto: Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi (kiri) berbincang dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kanan) saat pertemuan di FX Senayan, Jakarta, Sabtu, 13 Juli 2019. Kedua kontestan Pilpres 2019 itu sepakat untuk menjaga kesatuan dan persatuan di Indonesia. Foto: Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Dahnil Anzar Simanjuntak, membantah bahwa partainya akan diberikan jatah tiga kursi kementerian.

    "Saya ingin mengklarifikasi pemberitaan yang menyatakan Gerindra akan diberikan tiga kementerian dan tiga tokoh Gerindra, yakni Fadli Zon, Sandiaga Uno, dan Edy Prabowo ditawarkan menjadi menteri," ujar Dahnil melalui keterangan tertulis, pada Jumat, 4 Oktober 2019.

    Menurutnya, Prabowo sejak awal tidak pernah bicara secara spesifik tentang jabatan menteri dengan siapapun.

    Dahnil mengatakan, dalam setiap pertemuan dengan Presiden Joko Widodo serta tokoh lain termasuk Megawati Soekarnoputri, Prabowo tak pernah menyampaikan permintaan posisi menteri. Prabowo, kata dia, hanya menyampaikan ingin berkontribusi di mana pun posisi, baik dalam pemerintahan maupun oposisi.

    "Beliau menawarkan konsepsi," ujar Dahnil. Sebab, Prabowo, kata dia, memberikan perhatian khusus kepada konsepsi kedaulatan pangan, energi,ekonomi, pertahanan dan keamanan. 

    Dahnil menuturkan, Prabowo selama ini sudah memberikan solusi dan program yang bisa dikembangkan oleh Jokowi. "Beliau tawarkan kepada Pak Jokowi dan kawan-kawan," ucap dia.

    Sebelumnya Wakil Ketua Umum Gerindra Arief Poyuono disebutkan mengakui adanya permintaan jabatan di kementerian tersebut.

    "Ya sepertinya kami memang akan minta tiga posisi kementerian di pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin, tapi semua itu bergantung dengan Presiden Joko Widodo yang punya hak menyusun kabinet," ujar Poyuono kepada wartawan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.