Gerindra Mau Voting soal Ketua MPR, PKS: Nanti Malu

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tifatul Sembiring. ANTARA/Dhoni Setiawan

    Tifatul Sembiring. ANTARA/Dhoni Setiawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Tifatul Sembiring, mengatakan jangan sampai ada pemungutan suara atau voting dalam pemilihan Ketua MPR. Ia menyebut ngotot ingin voting, sementara suara di musyawarah sudah menunjukkan siapa pemenangnya, bisa berujung malu.

    “Kalau di voting-voting kalau kira-kira udah jelas menang si A misalnya atau si B, terus kita ngotot voting juga nanti kan malu ya,” kata Tifatul di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis 3 Oktober 2019.

    Tifatul menyebut saat ini dua nama calon Ketua MPR sudah mengerucut ke dua nama, yakni Bambang Soesatyo dari Golkar, dan Ahmad Muzani dari Gerindra. PKS sendiri, kata dia, belum bersikap. Kendati lobi-lobi dari kedua partai sudah ada.

    Tifatul mendorong agar MPR memutuskan di antara kedua orang itu dengan cara musyawarah mufakat. Maka cara voting sebaiknya dihindari.

    “Jadi gini MPR ini beda dengan DPR sedapat mungkin musyawarah mufakat, jangan sampai ada voting ya kalau menurut saya. Jadi sekarang tinggal kedua orang itu nanti kita musyawarah mufakat kan di dalam,” ucap dia.

    Bamsoet, sapaan Bambang Soesatyo, saat ini sudah mengantongi dukungan beberapa fraksi. Golkar, PDI Perjuangan, Nasdem adalah beberapa partai yang sudah menyatakan dukungan secara resmi mantan Ketua DPR ini.

    Sedangkan Gerindra kukuh mengusung Muzani, walaupun mesti diputuskan voting. Wakil Ketua Umum Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengatakan calon dari partainya, Ahmad Muzani akan tetap maju meskipun harus melalui pemungutan suara.

    Dukungan dari sejumlah partai politik terhadap kandidat Partai Golkar Bambang Soesatyo tak menyurutkan niat Gerindra ini. "Walaupun voting kami akan tetap maju," kata Dasco kepada wartawan, Kamis, 3 Oktober 2019.

    FIKRI ARIGI | BUDIARTI UTAMI PUTRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.