Amanat Menteri Keuangan dalam Apel Luar Biasa Peringatan Hari Bea Cukai ke-73

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani Indrawati memimpin apel luar biasa peringatan hari Bea Cukai ke-73, di Kantor Pusat Bea Cukai, Selasa (02/10).

    Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani Indrawati memimpin apel luar biasa peringatan hari Bea Cukai ke-73, di Kantor Pusat Bea Cukai, Selasa (02/10).

    INFO NASIONAL — Menteri Keuangan (Menkeu) Republik Indonesia, Sri Mulyani Indrawati, memimpin apel luar biasa peringatan hari Bea Cukai ke-73, di Kantor Pusat Bea Cukai, Selasa 2 Oktober 2019. Peringatan kali ini mengusung tema “Menuju Insan yang cakap, sehat, dan berintegritas untuk Bea Cukai yang makin baik”.

    Dalam amanatnya, Sri Mulyani mengungkapkan bahwa seluruh jajaran Bea Cukai harus terus fokus pada perbaikan di bidang organisasi, perbaikan kualitas teknologi informasi basis data, dan sumber daya manusia.

    Menkeu mengungkapkan bahwa tugas Bea Cukai tidaklah ringan dan untuk melaksanakannya dibutuhkan the ‘new’ Bea Cukai. Institusi yang lebih terbuka dalam berkolaborasi dengan unit dan Kementerian lainnya.

    Proses re-engineering organisasi diperlukan dengan pembentukan unit yang yang khusus untuk melakukan pengawasan dan penindakan terhadap peredaran dan penyelundupan narkotika. Penguatan sinergi eksternal dengan instansi lain juga dibutuhkan untuk menekan tingkat penyelundupan narkotika dan obat terlarang.

    “Namun tidak hanya itu, kolaborasi juga diperlukan untuk menciptakan kebijakan perdagangan ekspor impor melalui e-commerce,” kata Menkeu.

    Bea Cukai juga diminta untuk melakukan perbaikan atas tata kelola data dan teknologi informasi secara kontinyu.

    “Saat ini Kementerian Keuangan memiliki banyak data yang berasal dari internal maupun eksternal. Oleh karena itu, tantangan yang harus diselesaikan oleh Bea Cukai adalah bagaimana mengelola dan memanfaatkannya dengan baik, dan mewujudkannya dalam bentuk penerimaan,” ujar Menkeu, menjelaskan.

    Menkeu juga mengatakan bahwa hal yang tidak kalah pentingnya adalah penataan serta peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan Bea Cukai.

    Kebijakan di bidang SDM harus mampu membentuk pegawai yang berkinerja prima, mempunyai passion dan motivasi tinggi terhadap pencapaian visi organisasi, kompetitif menghadapi tantangan pekerjaan, kompeten terhadap bidang tugas yang menjadi tanggung jawabnya, serta konsisten menjaga integritas.

    Dalam kesempatan tersebut Menkeu juga memberikan penghargaan kepada para pegawai Bea Cukai yang memiliki prestasi dan dedikasi yang luar biasa kepada Bea Cukai. Ia meyakini bahwa penerima penghargaan tersebut tidak mendapatkan sesuatu dengan kerja yang instan, melainkan dari proses panjang yang menjadi karakter kebaikan dan akhirnya menjadi ukiran prestasi.

    “Dedikasi yang membutuhkan endurance tinggi dan dihasilkan dari mekanisme keseimbangan antara kehidupan pekerjaan dengan kehidupan pribadi,” ucap Menkeu.

    Menkeu menyampaikan kepada seluruh jajaran Bea Cukai untuk mencintai negeri ini dengan sepenuh hati dan segenap jiwa dan raga.

    “Selalu jaga persatuan dan api nasionalisme yang menjunjung tinggi kebhinnekaan, Pancasila serta Undang-Undang Dasar 1945. Jaga semangat nilai Kementerian Keuangan yang selama ini dimiliki sebagai sebuah budaya organisasi,” katanya menutup amanat. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.