Jimly Asshiddiqie: Rapat Internal Kelompok DPD Pilih Pimpinan MPR

Reporter:
Editor:

Purwanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua ICMA Jimly Assidiqie, menberikan keterangan terkait Perppu Ormas dan mendukung pembubaran HTI, di gedung ICMI, Jakarta, 8 Agustus 2017. TEMPO/Imam Sukamto

    Ketua ICMA Jimly Assidiqie, menberikan keterangan terkait Perppu Ormas dan mendukung pembubaran HTI, di gedung ICMI, Jakarta, 8 Agustus 2017. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - DPD RI akan memutuskan siapa nama anggota DPD RI yang akan ditunjuk menjadi pimpinan Kelompok DPD RI di MPR RI periode 2019-2024 melalui rapat internal DPD RI di Kompleks Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Rabu siang hingga sore.

    Anggota DPD RI dari Provinsi DKI Jakarta, Jimly Asshiddiqie, mengatakan hal itu, Rabu, setelah rapat paripurna pemilihan pimpinan MPR RI periode 2019-2024 ditunda.

    Menurut Jimly, rapat paripurna pemilihan pimpinan MPR RI ditunda, karena menunggu DPD RI menyampaikan nama-nama pimpinan fraksi atau kelompok DPD RI di MPR RI serta nama anggota DPD RI yang ditunjuk menjadi pimpinan MPR RI.

    Jimly menjelaskan, ada beberapa nama anggota DPD RI yang mencalonkan diri sebagai calon pimpinan MPR RI, yakni Jimly Asshiddiqie (DKI Jakarta), Fadel Muhammad (Gorontalo), Yorries Raweyai (Papua), dan Dedi Iskandar Batubara (Sumatera Utara).

    Gusti Kanjeng Ratu Hemas (DI Yogyakarta), menurut dia, juga mencalonkan diri menjadi calon ketua MPR RI, tapi tidak memenuhi syarat administratif seperti diatur dalam tata tertib pemilihan, karena sempat tidak aktif sebagai anggota DPD RI.

    Nama-nama tersebut, kata Jimly, akan dipilih dalam rapat internal DPD RI pada siang hingga sore hari ini. "Saya harapkan rapat dapat berlangsung lancar dan segera diperoleh nama calon pimpinan MPR RI dari kelompok DPD RI serta nama-nama pimpinan fraksi," katanya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Atlet E-Sport, Jadi Miliarder Berkat Hobi Bermain Video Game

    Dunia permainan digital sudah bukan tidak bisa dipandang sebelah mata. Kini, para atlet e-sport mampu meraup miliar rupiah hasil keterampilan mereka.