Terlindas Barracuda Polisi, Pengemudi Ojol Berobat Tradisional

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ribuan mahasiswa yang di bantu warga sekitar terlibat bentrok dengan polisi saat unjukrasa penolakan revisi RKUHP dan UU KPK di depan gedung DPRD Sulsel, Makassar Sulawesi Selatan, Jumat 27 September 2019. Mahasiswa yang dibantu warga bentrok dengan polisi selama 6 jam lebih yang membuat jalan makassar lumpuh total sejumlah polisi dan warga terluka akibat bentrok. Iqbal Lubis

    Ribuan mahasiswa yang di bantu warga sekitar terlibat bentrok dengan polisi saat unjukrasa penolakan revisi RKUHP dan UU KPK di depan gedung DPRD Sulsel, Makassar Sulawesi Selatan, Jumat 27 September 2019. Mahasiswa yang dibantu warga bentrok dengan polisi selama 6 jam lebih yang membuat jalan makassar lumpuh total sejumlah polisi dan warga terluka akibat bentrok. Iqbal Lubis

    TEMPO.CO, Makassar- Pengemudi ojek online Irfan Rahmatullah, 37 tahun, terpaksa hanya berobat tradisional setelah terlindas mobil taktis polisi saat rusuh di depan kampus Universitas Bosowa, Makassar, Jumat malam, 27 September 2019.

    Ketika itu roda mobil barracuda ini digunakan polisi untuk membubarkan paksa massa pengunjukrasa menolak RKUHP melindas kaki kanannya. Karena tidak memiliki biaya, Irfan terpaksa keluar dari Rumah Sakit Ibnu Sina dan memilih berobat tradisional.

    "Kami bujuk Irfan ke rumah sakit karena hasil rontgen-nya ada pergeseran dan pembengkakan, jadi kita khawatir infeksi," kata Penjabat Wali Kota Makassar Iqbal Suhaeb saat menjenguk korban, Minggu, 29 September 2019.

    Menurut Iqbal korban ingin berobat tradisional lantaran tidak memiliki uang. Selain itu iuran BPJS-nya juga menunggak. "Kami (pemerintah kota) jamin semua biaya pengobatannya sampai sembuh," tutur Iqbal.

    Irfan salah satu korban yang tertabrak mobil taktis. Dia terlempar ke sebelah kiri  sehingga jiwanya masih tertolong.

    Sebelumnya, Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan Inspektur Jenderal Mas Guntur Laupe mengklaim pengemudi ojek online yang ditabrak hanya lecet sehingga cepat keluar dari Rumah Sakit Ibnu Sina.

    Selain Irfan, korban lainnya adalah mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Bosowa Dicky Wahyudi. "Tabrakan itu tidak sengaja," kata Mas Guntur.

    DIDIT HARYADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.