Pasca Unjuk Rasa Rusuh, TNI Perketat Pengamanan Kota Kendari

Mahasiswa berjalan menuju gedung DPRD Sulawesi Tenggara untuk melakukan aksi unjuk rasa di Kendari, Sulawesi Tenggara, Kamis 26 September 2019. Ribuan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kendari tersebut menolak UU KPK hasil revisi dan pengesahan RUU KUHP. ANTARA FOTO/Jojon

TEMPO.CO, Kendari - Pengamanan di Kendari, Sulawesi Tenggara, kini dijaga ketat pihak TNI. Ini dilakukan setelah unjuk rasa yang berakhir bentrok antara mahasiswa dengan personil kepolisian pada Kamis lalu.

Panglima Komando Daerah Militer (Kodam) XIV/Hasanuddin, Mayor Jenderal Surawahadi, mengatakan personil TNI berjaga ketat di sejumlah fasilitas publik dan obyek vital lainnya.

"Kejadian ini (demonstrasi yang berujung rusuh) sama dengan kejadian yang terjadi di Makassar, namun ekskalasi di Sulawesi Tenggara lebih tinggi yang mengakibatkan dua mahasiswa meninggal dunia," kata Surawahadi di Kendari pada Sabtu, 28 September 2019.

Dia mengatakan situasi di ibu kota Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mulai kondusif. Surawahadi meminta kepada masyarakat jika mengalami kondisi tidak aman agar segera melaporkan kepada pihak aparat keamanan.

"Jumat malam saya juga melakukan patroli bersama dengan 50 kendaraan. Ini guna meyakinkan bahwa situasi aman," kata Surawahadi.

Pantaun Tempo, beberapa lokasi di Kota Kendari dijaga oleh anggota TNI, antara lain Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), rumah sakit, bank, pusat perbelanjaan, pos polisi lalu lintas, dan lokasi keramaian lainnya.

Seperti diberitakan, unjuk rasa menolak RUU KUHP dan UU KPK di Kendari dilakukan ribuan mahasiswa pada Kamis, 26 September 2019. Unjuk rasa yang semula kondusif berubah rusuh dan menyebabkan dua mahasiswa Universitas Haluoleo.






Anggota DPR Sebut Hubungan Andika Perkasa dan Dudung Abdurachman Terlihat Baik

12 jam lalu

Anggota DPR Sebut Hubungan Andika Perkasa dan Dudung Abdurachman Terlihat Baik

Andika Perkasa dan Dudung Abdurachman hadir dalam rapat di Komisi I DPR.


5 Situasi Menjelang G30S, Pertentangan TNI dan PKI Makin Memanas

17 jam lalu

5 Situasi Menjelang G30S, Pertentangan TNI dan PKI Makin Memanas

G30S menjadi salah satu peristiwa kelam perjalanan bangsa ini. Berikut situasi-situasi menjadi penyebab peristiwa itu, termasuk dampak setelah G30S.


DKI Ajak TNI dan Polri Gerebek Lumpur Bersihkan Waduk Pluit Jakarta

19 jam lalu

DKI Ajak TNI dan Polri Gerebek Lumpur Bersihkan Waduk Pluit Jakarta

Wakil Wali Kota Jakarta Utara Juaini bersama personel gabungan Pemerintah Kota, TNI, Polri, dan komunitas menjalankan gerebek lumpur di Waduk Pluit.


23 Tahun Tragedi Semanggi II: Nasi Bungkus Terakhir Mahasiswa UI Yap Yun Hap

2 hari lalu

23 Tahun Tragedi Semanggi II: Nasi Bungkus Terakhir Mahasiswa UI Yap Yun Hap

Yap Yun Hap adalah salah seorang korban penembakan pada 24 September 1999 dalam Tragedi Semanggi. Siapa pembunuh Yun Hap belum terungkap.


Anggota TNI Tersangka Mutilasi 4 Warga Papua Diduga Punya Bisnis Gelap Penimbunan BBM

2 hari lalu

Anggota TNI Tersangka Mutilasi 4 Warga Papua Diduga Punya Bisnis Gelap Penimbunan BBM

Gudang yang menjadi lokasi perencanaan pembunuhan dan mutilasi 4 warga Papua diduga juga berfungsi sebagai lokasi penimbunan BBM jenis Solar.


Ini Kronologi Mutilasi 4 Warga Papua oleh anggota TNI Versi KontraS

2 hari lalu

Ini Kronologi Mutilasi 4 Warga Papua oleh anggota TNI Versi KontraS

KontraS mengungkap fakta kasus mutilasi 4 warga Papua oleh para anggota TNI. Berbeda dari temuan polisi.


Satu Korban Mutilasi oleh Anggota TNI di Papua Ternyata Masih Anak di bawah Umur

3 hari lalu

Satu Korban Mutilasi oleh Anggota TNI di Papua Ternyata Masih Anak di bawah Umur

KontraS mengatakan, tuduhan aparat yang mengatakan empat korban mutilasi di Papua terlibat gerakan separatis tidak terbukti.


OPM Sebut Tembak Mati 2 Prajurit TNI di Intan Jaya, Kapendam Cendrawasih: Hoaks

4 hari lalu

OPM Sebut Tembak Mati 2 Prajurit TNI di Intan Jaya, Kapendam Cendrawasih: Hoaks

TNI membantah klaim OPM soal dua tentara yang tewas ditembak di Titigi, Kabupaten Intan Jaya, Papua. Kapendam Cendrawasih sebut kabar itu hoaks.


Cerita Komnas HAM Saat Wawancara dengan Pelaku Mutilasi di Mimika

5 hari lalu

Cerita Komnas HAM Saat Wawancara dengan Pelaku Mutilasi di Mimika

Anam bersama timnya melakukan wawancara dalam rangka penyelidikan Komnas HAM di kasus yang menewaskan 4 warga sipil ini.


Komnas HAM Desak TNI Pecat Anggotanya yang Terlibat Kasus Mutilasi di Mimika

6 hari lalu

Komnas HAM Desak TNI Pecat Anggotanya yang Terlibat Kasus Mutilasi di Mimika

Komnas HAM mendorong pendalaman kasus mutilasi di Mimika, Papua ini dengan pendekatan scientific crime investigation khususnya terkait jejak digital.