Kebakaran Hutan Gunung Slamet Meluas, Ganjar Minta Bom Air

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Asap karhutla di Gunung Slamet terpantau di kawasan hutan lereng sebelah barat-selatan gunung. (ANTARA/HO-Perhutani)

    Asap karhutla di Gunung Slamet terpantau di kawasan hutan lereng sebelah barat-selatan gunung. (ANTARA/HO-Perhutani)

    TEMPO.CO, Semarang - Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan pengeboman air dengan helikopter untuk memadamkan kebakaran hutan di kawasan Gunung Slamet yang terus meluas. "Kalau dalam waktu 1-2 hari ini tidak padam, kami siapkan water bombing," kata Ganjar di Semarang, Ahad, 22 September 2019. Ia mengklaim sudah berkoordinasi dengan BNPB dan meminta dilakukan pemadaman dengan metode itu.

    Kebakaran hutan dan lahan di kawasan Gunung Slamet cukup luas. Kawasan Gunung Slamet kebakaran sejak Selasa, 17 September 2019 lalu, dimulai dari Kabupaten Brebes. Pemetaan melalui drone menunjukkan kebakaran terus meluas sampai ke wilayah Kabupaten Banyumas.

    Kebakaran hutan dan lahan di Gung Slamet masuk dalam wilayah Kabupaten Brebes, Pekalongan, Purbalingga, Banyumas, dan Tegal. "Provinsi sudah membantu, kemarin sudah kami kirim logistik.”

    Sambil menunggu pengebom air dari BNPB, upaya pemadaman kebakaran hutan di Gunung Slamet dilakukan oleh tim gabungan. "Setiap saat saya mendapat laporan dan terus memantau.” TNI/Polri, jajaran forkompimda dan seluruh bupati di kaki Gunung Slamet terus bekerja. “Sudah dikendalikan oleh tim, semua bergerak," ujar Ganjar.

    Warga desa-desa terakhir Gunung Slamet diminta menahan diri tidak naik ke gunung itu. "Saya minta semua jalur pendakian ditutup dulu," ujarnya.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.