Kontroversi Felix Siauw di IIBF 2019, Panitia: Waktu Kami Tersita

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ustad Felix Siauw memberikan tausiah di Masjid Jami An Nashru, Kelurahan Sukapura, Jakarta Utara. 25 November 2017. Maria Fransisca.

    Ustad Felix Siauw memberikan tausiah di Masjid Jami An Nashru, Kelurahan Sukapura, Jakarta Utara. 25 November 2017. Maria Fransisca.

    TEMPO.CO, Jakarta - Gara-gara kehadiran pendakwah Felix Siauw di Indonesian International Book Fair atau IIBF 2019, panitia harus kehabisan banyak waktu mengurus masalah ini.

    Menurut Ketua Pelaksana IIBF Djaja Subagja, polemik kehadiran Felix Siauw menyita waktu panitia. "Kami sibuk melayani para peserta dan pengunjung. Banyak penerbit asing juga yang mengadakan rapat dengan kami," kata Djaja.

    Akibatnya, kata Djaja, waktunya tersita banyak untuk mengurusi masalah tersebut.

    Sebelumnya sastrawan Goenawan Mohammad membatalkan kehadirannya dalam salah satu acara panel diskusi bersama Direktur Frankfurt Book Festival Jurgen Bosch. Alasannya, panitia sebelumnya telah mengundang Felix Siauw.

    Keputusan tersebut merupakan sikapnya atas keterlibatan Felix Siauw yang dinilai menentang NKRI. Padahal, IIBF dibiayai dana publik yang dikelola NKRI. "Sebuah hipokrisi," katanya.

    Gara-gara ini pula Bekraf mengancam Ikatan Penerbit Indonesia tak akan diberi bantuan dana untuk penyelenggaraan acara serupa.

    GALUH PUTRI RIYANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tahun-Tahun Indonesia Juara Umum SEA Games

    Indonesia menjadi juara umum pada keikutsertaannya yang pertama di SEA Games 1977 di Malaysia. Belakangan, perolehan medali Indonesia merosot.