Warga Fakfak Dikenal Sopan, TNI Sayangkan Ada Kerusuhan di Sana

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aksi demonstrasi diwarnai pembakaran kios di Fakfak, Papua Barat, Rabu, 21 Agustus 2019. ANTARA

    Aksi demonstrasi diwarnai pembakaran kios di Fakfak, Papua Barat, Rabu, 21 Agustus 2019. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Staf Umum Tentara Nasional Indonesia atau Kasum TNI Letnan Jenderal Joni Supriyanto menyayangkan kerusuhan bisa terjadi di Kabupaten Fakfak, Papua Barat. Padahal, kata dia, wilayah di Papua Barat yang warganya dikenal paling sopan santun adalah Kabupaten Fakfak.

    "Fakfak kalau di Pulau Jawa itu, (Kota) Solo. Daerah yang paling sopan santunnya tinggi," kata Joni dalam rapat tentang kondisi Papua bersama Komisi Pertahanan DPR, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 5 September 2019.

    Ia menduga kerusuhan pecah akibat ulah Komite Nasional Papua Barat (KNPB) yang memprovokasi warga di sana.

    Menurut Joni, kerusuhan di Fakfak menjadi perhatian TNI lantaran berpotensi melebar menjadi konflik horisontal. Pasalnya ada kelompok masyarakat bernama Paguyuban Nusantara-terdiri dari warga pendatang-menolak aksi unjuk rasa. "Ini yang kami cegah agar jangan terjadi bentrok dengan masyarakat asli Papua," tuturnya.

    Kericuhan di Fakfak, Papua Barat, terjadi pada Rabu, 21 Agustus 2019. Kasus ini berawal dari sejumlah massa yang berunjuk rasa memprotes tindakan rasisme terhadap mahasiswa Papua di Surabaya, Jawa Timur.

    Demonstran dikabarkan merusak sejumlah fasilitas umum antara lain membakar kios yang ada di Pasar Fakfak dan jalan menuju ke pasar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kepolisian Menetapkan Empat Perusahaan Tersangka Kasus Karhutla

    Kepolisian sudah menetapkan 185 orang dan empat perusahaan sebagai tersangka karena diduga terlibat peristiwa kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.