Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Lenis Kogoya Sebut Ada Pengalihan Isu dalam Unjuk Rasa Soal Papua

Reporter

image-gnews
Staf Khusus Presiden untuk Papua, Lenis Kogoya saat ditemui seusai pertemuan dengan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, Wiranto di Kemenko Polhukam, 4 September 2017. Tempo/Syafiul Hadi
Staf Khusus Presiden untuk Papua, Lenis Kogoya saat ditemui seusai pertemuan dengan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, Wiranto di Kemenko Polhukam, 4 September 2017. Tempo/Syafiul Hadi
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta-Staf Khusus Presiden untuk Papua, Lenis Kogoya, menyebut ada pengalihan isu dalam sejumlah aksi unjuk rasa warga atau mahasiswa Papua belakangan ini.

"Kasus ini kan masalah di Surabaya merembet ke Papua, terus ada isu juga masuk masalah ideologi, terus berjalan ada isu lagi sekarang saya dengan Kakak Lukas (Gubernur Papua Lukas Enembe) dijadikan persoalan (dibenturkan)," kata Lenis saat ditemui Tempo di kantornya, Jakarta, Senin, 26 Agustus 2019.

Lenis menuturkan saat aski unjuk rasa mahasiswa Papua di depan Istana pada Kamis pekan lalu, ada seruan bahwa Lukas Enembe harus menjadi Presiden Papua. Kemudian, massa aksi juga menyebut Lenis kaleng-kaleng dan boneka Jakarta. Lenis mengaku sedang mencari aktor intelektual di balik aksi unjuk rasa tersebut.

"Yang menjelekkan saya berarti sama menjelekkan Pak Jokowi. Saya kan bawa atas nama negara atau nama Presiden, masak saya harus menjelekkan pimpinan saya. Apalagi Presiden, kan gak mungkin," kata dia.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Untuk masalah rasisme terhadap mahasiswa Papua di Surabaya, kata Lenis, Presiden Joko Widodo telah berkomitmen untuk memerintahkan aparat agar memeriksa pelaku. "Sekarang sudah proses. Terus apa yang salah saya dengan Presiden? Kalau saya dengan Jokowi bicara yang benar, lakukan benar, masalah Papua pasti Tuhan kasih buka jalan kok," ujarnya.

Menurut Lenis, selama ini ia dan Jokowi selalu bekerja dengan hati. Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Papua ini juga mengatakan tak ada niatan untuk mencelakakan masyarakat Papua. Ia heran kini banyak mahasiswa dan warga Papua yang memusuhi dirinya.

"Sampai di media saya dimaki-maki dengan Presiden. Nanti, Tuhan akan buka jalan semua siapa dia aktor intelektualnya. Saya kerja di sini demi kepentingan rakyat Indonesia," ucapnya.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan

Salat Idul Adha di Manokwari Tersebar di 22 Lokasi, PHBI Distribusikan 250 Ekor Hewan Kurban

21 menit lalu

Masjid Ridwanul Bahri Fasharkan TNI AL salah satu lokasi yang akan menggelar pelaksanaan salat Idul Adha 1445 H di Manokwari, Papua Barat. Foto: Istimewa
Salat Idul Adha di Manokwari Tersebar di 22 Lokasi, PHBI Distribusikan 250 Ekor Hewan Kurban

Salat Idul Adha 1445 Hijriah di 22 lokasi di Manokwari, Papua Barat akan digelar pada Senin, 17 Juni 2024


Keluarga Mahasiswa ITB Minta Pemerintah Cabut Izin Usaha Sawit di Boven Digoel Papua

10 jam lalu

Perwakilan masyarakat suku Awyu Papua dan suku Moi menggelar doa dan ritual adat di depan Gedung Mahkamah Agung, Jakarta Pusat, 27 Mei 2024. Mereka menuntut Mahkamah Agung menjatuhkan putusan hukum dan membatalkan izin perusahaan sawit untuk melindungi hutan adat di Papua. TEMPO/Martin Yogi Pardamean
Keluarga Mahasiswa ITB Minta Pemerintah Cabut Izin Usaha Sawit di Boven Digoel Papua

Keluarga Mahasiswa Institut Teknologi Bandung (KM ITB) menolak kebijakan yang tidak berpihak kepada rakyat Indonesia dan dapat menimbulkan kerusakan lingkungan hidup.


Komnas HAM Papua Nilai Tindakan OPM Membakar Warga Paniai Tidak Manusiawi

1 hari lalu

Pasukan TPNPB-OPM menyiapkan prosesi pembakaran mayat Detius Kogoya, personil Komando Daerah Pertahanan (Kodap) VIII Intan Jaya. Detius tewas setelah baku tembak dalam penyerangan di Kampung Madi, Distrik Paniai Timur, Kabupaten Paniai, Papua Tengah, pada 21 dan 22 Mei 2024. Dalam penyerangan itu kelompok bersenjata ini membakar 12 bilik kios dan sejumlah bangunan sekolah. Dok. Istimewa
Komnas HAM Papua Nilai Tindakan OPM Membakar Warga Paniai Tidak Manusiawi

Komnas HAM Papua juga mendesak OPM di seluruh wilayah tanah Papua agar menghormati nilai-nilai dan prinsip hak asasi manusia.


Nikmati 10 Keindahan Alam Papua, Bak Permata Tersembunyi

2 hari lalu

Suasana Sungai Baliem yang tenang dan berair dingin. Foto: @rolanddaniello
Nikmati 10 Keindahan Alam Papua, Bak Permata Tersembunyi

Raja Ampat hanyalah salah satu kemegahan alam Papua, masih banyak lagi potongan surga dan permata tersembunyi yang menunggu untuk dijelajahi


Mengenal 5 Suku di Papua Beserta Tradisi Uniknya

2 hari lalu

Sekelompok warga  Suku Asmat dengan menggunakan perahu dan dayung mengikuti kegiatan parade foto   sebagai salah satu kegiatan dalam festival Asmat  di Sungai Aswet Kabupaten Asmat-Papua (11/10).   ANTARA /Husyen Abdillah
Mengenal 5 Suku di Papua Beserta Tradisi Uniknya

Di Provinsi Papua saja, terdapat 255 suku dengan bahasa dan budaya yang berbeda.


Satu Warga Sipil Tewas, TNI Desak KKB Hentikan Kekerasan di Papua

2 hari lalu

Ilustrasi tewas/meninggal/mayat. Shutterstock
Satu Warga Sipil Tewas, TNI Desak KKB Hentikan Kekerasan di Papua

Korban disebut dikepung oleh sekitar sepuluh anggota kelompok bersenjata pimpinan Undius Kogoya di Paniai, Papua Tengah.


Tingkat Kemiskinan Sulawesi, Papua dan Nusa Tenggara Masih Tinggi, Berikut Catatan Sri Mulyani

4 hari lalu

Ilustrasi Kemiskinan Jakarta. Ed Wray/Getty Images
Tingkat Kemiskinan Sulawesi, Papua dan Nusa Tenggara Masih Tinggi, Berikut Catatan Sri Mulyani

Sri Mulyani memaparkan masih ada tingkat beberapa wilayah yang tingkat kemiskinannya di atas rata-rata kemiskinan nasional.


Alarm Mudarat Amendemen UUD 1945

4 hari lalu

Alarm Mudarat Amendemen UUD 1945

Amendemen UUD 1945 dinilai tidak relevan dengan konteks politik saat ini. Tak ada urgensinya mengamendemen UUD 1945.


Satgas Damai Cartenz Sebut Senus Lepitalen yang Ditembak Mati TPNPB-OPM Pernah Disandera

5 hari lalu

 Kabag Humas Operasi Satgas Damai Cartenz 2024 AKBP Bayu Suseno. Dok: Satgas Damai Cartenz.
Satgas Damai Cartenz Sebut Senus Lepitalen yang Ditembak Mati TPNPB-OPM Pernah Disandera

Senus Lepitalen, warga yang ditembak mati TPNPB-OPM, termasuk korban penyanderaan yang menimpa karyawan PT IBS tahun lalu


Empat Senjata Api Dicuri dari Polres Yalimo, TPNPB-OPM Bantah Terlibat

5 hari lalu

Sebby Sambom. phaul-heger.blogspot.com
Empat Senjata Api Dicuri dari Polres Yalimo, TPNPB-OPM Bantah Terlibat

TPNPB-OPM mengaku tidak mengetahui pencurian senjata api yang diduga dilakukan anggota Polres Yalimo, Papua Pegunungan.