Selasa, 24 September 2019

Ahok Sebut Orang yang Kritik Salib Berarti Tak Paham Filosofinya

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, bersalaman dengan warga saat mencoba MRT di Jakarta. Twitter/@@basuki_btp

    Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, bersalaman dengan warga saat mencoba MRT di Jakarta. Twitter/@@basuki_btp

    TEMPO.CO, Surabaya - Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mengatakan orang-orang yang mengkritik salib berarti tidak memahami filosofinya.

    “Bagi kami salib itu lambang kemuliaan Allah. Jadi kalau salib digituin oleh orang-orang yang tidak paham, bagi kami tidak masalah,” kata Basuki seusai menjadi pembicara seminar kebangsaan bertajuk ‘Dari Aku untuk Indonesiaku’ di Auditorium Q Universitas Kristen Petra Surabaya, Senin, 19 Agustus 2019.

    Saat berbicara di depan forum, mantan Gubernur DKI Jakarta ini sempat menyinggung ketika ia dibui di Markas Komando Brimob, Kelapa Dua, Depok karena kasus penistaan agama Islam.

    Konteks Basuki saat itu menjawab pertanyaan peserta seminar tentang peran Cina nasrani yang terpinggirkan di Indonesia. Menanggapi pertanyaan itu, Ahok berujar bahwa semua tak boleh pesimistis. "Bahwa takdir menjadi nasrani Cina bukan berarti dobel minoritas," kata Ahok. 

    Ahok mengatakan bahwa meski dipenjara di Mako Brimob, namun hal itu tak membuatnya tenggelam dari ingar bingar politik. “Saya masuk Mako Brimob justru promosi, Bos. Jadi kita harus menunjukkan positifnya, santai, jangan biarkan lingkungan mempengaruhi kita,” kata dia berkelakar.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Chip Smart SIM Catat Data Forensik dan Pelanggaran Lalu Lintas

    Berbeda dari kartu SIM sebelumnya, Smart SIM memiliki tampilan baru dan sejumlah fitur tambahan. Termasuk menjadi dompet elektronik.