Diisukan Maju Pilkada Surabaya, Ahok: Partai Tugasi Saya ke NTT

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Gubernur DKI Jakarta yang juga kader PDIP, Basuki Tjahaja Purnama (kedua kanan) mengikuti pembukaan Kongres V PDIP di Sanur, Bali, Kamis, 8 Agustus 2019. ANTARA/Nyoman Budhiana

    Mantan Gubernur DKI Jakarta yang juga kader PDIP, Basuki Tjahaja Purnama (kedua kanan) mengikuti pembukaan Kongres V PDIP di Sanur, Bali, Kamis, 8 Agustus 2019. ANTARA/Nyoman Budhiana

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menegaskan tidak bakal maju ke pemilihan Wali Kota Surabaya tahun depan. Sebab, kata politikus yang juga akrab disapa BTP ini, masih banyak kader PDI Perjuangan di Surabaya yang bagus.

    Desas-desus Ahok akan maju ke pemilihan Wali Kota Surabaya pada 2020 mulai santer terdengar. Di salah satu gang kampung bahkan sudah ada spanduk berisi dukungan pada Ahok untuk mengikuti pemilihan kepala daerah menggantikan Tri Rismaharini yang akan habis masa tugasnya pada 2020. Namun Ahok menampik.

    “Sudah saya katakan, saya tak mungkin maju ke pilwali Surabaya. Karena partai menugasi saya mengajar di sekolah politik (PDIP), terutama soal penganggaran, dana hibah, membantu tiap daerah. Nah, sekarang tugas saya itu ke NTT (Nusa Tenggara Timur),” kata Ahok seusai menjadi pembicara seminar kebangsaan bertajuk "Dari Aku untuk Indonesiaku" di Universitas Kristen Petra Surabaya, Senin, 19 Agustus 2019.

    Sebagai kader partai, kata Ahok, dia hanya mengikuti perintah pengurus pusat. Partai, ujar dia, juga tak menugasi agar ikut pemilihan kepala daerah di tempat lain. “Ndak ada perintah ke arah situ. Penugasan ke NTT pun bukan untuk ikut pilkada, jangan salah paham,” kata Ahok.

    Ahok menuturkan, partai memerintahkan dia agar membantu mencarikan solusi pada masyarakat NTT yang sering kesulitan air bila musim kemarau tiba. “Karena kalau kita ngomong pertanian dan pengairan di NTT, masih panjang sekali (prosesnya),” katanya.

    Ihwal kegiatan Ahok bertemu dengan para pengusaha di Gedung Srijaya Surabaya Senin malam ini, ia juga membantah bahwa hal itu bagian dari pengkondisian untuk maju ke pilwali Surabaya. Menurut Ahok, acara bertema ‘Private Dinner with BTP’ dengan tarif Rp 1 juta per orang itu merupakan forum yang digagas para pengusaha.

    “Itu arahnya kegiatan kemanusiaan sebenarnya. Di forum itu saya ingin sampaikan ke mereka (pengusaha) bagaimana CSR perusahaan itu bisa lebih terarah. Mereka kan bayar, jadi lumayan buat Ahok dapat penghasilan,” kata Ahok sambil tertawa lebar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.