Insiden Surabaya, Khofifah Minta Maaf ke Gubernur Papua

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah orang keluar dan mengangkat tangannya di Asrama Mahasiswa Papua di Jalan Kalasan 10, Surabaya, Sabtu, 17 Agustus 2019. Polisi telah mengepung asrama ini sejak hari Jumat dan sempat terjadi aksi saling lempar. ANTARA/Didik Suhartono

    Sejumlah orang keluar dan mengangkat tangannya di Asrama Mahasiswa Papua di Jalan Kalasan 10, Surabaya, Sabtu, 17 Agustus 2019. Polisi telah mengepung asrama ini sejak hari Jumat dan sempat terjadi aksi saling lempar. ANTARA/Didik Suhartono

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, menyatakan telah menghubungi Gubernur Papua Lukas Enembe. Dia meminta maaf atas peristiwa di Malang dan Surabaya yang menimpa mahasiswa Papua.

    "Saya tadi sempat bertelepon dengan Gubernur Papua Pak Lukas. Kami mohon maaf karena sama sekali itu bukan mewakili suara masyarakat Jawa Timur," katanya di RS Bhayangkara, Surabaya, Senin, 19 Agutus 2019.

    Khofifah menambahkan Lukas akan ke Jawa Timur dan berkomunikasi dengan para mahasiswa Papua. "Tidak hanya di Surabaya atau Malang namun di beberapa kota-kota lain di Jawa Timur," kata mantan Menteri Sosial itu.

    Dia berharap mahasiswa asal Papua masih banyak mau belajar di kampus-kampus di Jawa Timur. Khofifah menjamin pihaknya akan melindungi dengan baik mereka selama di menimba ilmu di Jatim.

    Khofifah menilai selama di Jatim anak-anak Papua sangat baik. Kerja sama dengan Forkopimda Jawa Timur juga terjalin baik. Mereka juga selalu ikut dalam upacara-upacara hari besar nasional di Gedung Negara Grahadi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi dan Para Menteri di Pusaran Korupsi

    KPK menetapkan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi sebagai tersangka. Artinya, dua menteri kabinet Presiden Joko Widodo terjerat kasus korupsi.