Rusuh di Papua Barat, Polisi: Negosiasi Masih Terhambat

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kerusuhan. AFP PHOTO / ANDREAS SOLARO

    Ilustrasi kerusuhan. AFP PHOTO / ANDREAS SOLARO

    TEMPO.CO, Jakarta - Kerusuhan masih belum reda di Kota Manokwari, Papua Barat. Pangdam XVIII/Kasuari, Kapolda, dan Wakil Gubernur Papua Barat Mohammad Lakatoni terjun ke lokasi aksi untuk bernegosiasi dengan para demonstran.

    "Negosiasi masih terus dilakukan, baik oleh Kapolda, Pangdam maupun Wagub, saat ini beliau bertiga langsung menemui para pengunjuk rasa," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo, di kantornya Jakarta, Senin, 19 Agustus 2019.

    Namun, menurut Dedi, proses negosiasi itu terhambat oleh massa yang masih beringas. Dia mengatakan saat ketiga pejabat itu menemui pengunjuk rasa, mereka dilempari batu oleh beberapa demonstran. Walhasil, negosiasi mesti ditunda. "Sementara pasukan mundur dulu, untuk meredam dulu, situasi agar massa lebih tenang dulu," kata dia.

    Dedi berujar bila situasi sudah kondusif, negosiasi bakal dilanjutkan. Kapolda, Pangdam dan Wagub, kata dia, bakal menemui para pengunjuk rasa lagi. Dedi mengatakan tokoh masyarakat Manokwari juga dilibatkan dalam negosiasi.

    Kerusuhan di Manokwari pecah pada Senin, 19 Agustus 2019. Sejumlah fasilitas umum dirusak, salah satunya Gedung DPRD Papua Barat yang dibakar oleh massa.

    Kerusuhan ini diduga merupakan buntut dari protes warga Manokwari atas perlakuan aparat keamanan atas mahasiswa Papua di Surabaya dan Malang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.