Selain Briptu Hedar, Anggota TNI Polri ini Gugur Karena KKB Papua

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota Polri mengusung peti berisi jenazah Briptu Hedar (24) yang menjadi korban penculikan dan penembakan kelompok kriminal bersenjata (KKB) saat tiba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Selasa, 13 Agustus 2019. Briptu Hedar menjadi korban penculikan dan penembakan oleh kelompok kriminal bersenjata saat bertugas di Ilaga, Puncak Jaya, Papua pada Senin, 12 Agustus 2019. ANTARA/Abriawan Abhe

    Anggota Polri mengusung peti berisi jenazah Briptu Hedar (24) yang menjadi korban penculikan dan penembakan kelompok kriminal bersenjata (KKB) saat tiba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Selasa, 13 Agustus 2019. Briptu Hedar menjadi korban penculikan dan penembakan oleh kelompok kriminal bersenjata saat bertugas di Ilaga, Puncak Jaya, Papua pada Senin, 12 Agustus 2019. ANTARA/Abriawan Abhe

    TEMPO.CO, Jakarta - Brigadir Satu atau Briptu Hedar meninggal karena ditembak setelah mencoba membebaskan diri dari ketika disandera oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua. Pria berumur 24 tahun ini merupakan seorang polisi reserse kriminal umum Kepolisian Daerah Papua.

    Hedar telah bertugas di Kepolisian Daerah Papua selama empat tahun sejak Januari 2015. Sebelumnya, ia mengikuti pendidikan Diktuk Brigadir Polri Gasum Tahun 2014 di SPN Jayapura dan lulus dalam waktu tujuh bulan.

    "Di Papua, dia pernah menjadi anggota tim kerja operasional satuan tugas terpadu Tembagapura selama sembilan bulan," Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo saat dikonfirmasi, Senin, 12 Juli 2019.

    Selepas itu, almarhum tergabung dalam anggota tim kejar operasional satuan tugas kelompok bersenjata di Kabupaten Puncak Jaya Distrik Sinak selama enam bulan.

    Kematian Hedar menambah panjang deretan aparat polisi dan tentara yang meninggal dibunuh kelompok bersenjata di Papua. Berikut nama-nama anggota Polri dan Tentara Nasional Indonesia yang juga tewas saat bertugas di provinsi terujung timur itu.

    1. Prada Usman Hambelo 

    Prajurit Dua (Prada) Usman Hambelo tewas lantaran luka tembak di bagian pinggang kanan saat terjadi serangan kelompok bersenjata pada 20 Juli lalu. Penyerangan itu terjadi di area proyek Trans Papua, Nduga, Papua tepatnya di pembangunan jembatan Sungai Yuguru. Kelompok bersenjata menyerang ketika aparat TNI sedang beristirahat siang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.