Selain Briptu Hedar, Anggota TNI Polri ini Gugur Karena KKB Papua

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota Polri mengusung peti berisi jenazah Briptu Hedar (24) yang menjadi korban penculikan dan penembakan kelompok kriminal bersenjata (KKB) saat tiba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Selasa, 13 Agustus 2019. Briptu Hedar menjadi korban penculikan dan penembakan oleh kelompok kriminal bersenjata saat bertugas di Ilaga, Puncak Jaya, Papua pada Senin, 12 Agustus 2019. ANTARA/Abriawan Abhe

    Anggota Polri mengusung peti berisi jenazah Briptu Hedar (24) yang menjadi korban penculikan dan penembakan kelompok kriminal bersenjata (KKB) saat tiba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Selasa, 13 Agustus 2019. Briptu Hedar menjadi korban penculikan dan penembakan oleh kelompok kriminal bersenjata saat bertugas di Ilaga, Puncak Jaya, Papua pada Senin, 12 Agustus 2019. ANTARA/Abriawan Abhe

    2. Pratu Kasnun

    Prajurit Satu (Pratu) Kasnun meninggal akibat luka tembak oleh kelompok bersenjata pada 13 Mei 2019. Seperti Prada Usman, Kasnun ditembak saat mengawal anggota yang sedang melakukan pembangunan jembatan di Kabupaten Nduga, Papua.

    3. Serda Mirwariyadin, Serda Yusdin, dan Serda Siswanto Bayu Aji

    Tiga prajurit Tentara Nasional Indonesia ini tewas saat kontak senjata dengan kelompok bersenjata di Distrik Mugi, Nduga, Papua, pada 7 Maret 2019. Dilansir dari Antara, ketiga prajurit itu tergabung dalam Satuan Tugas Penegakan Hukum (Satgas Gakkum). Mereka tengah melakukan pengamanan proses pergeseran pasukan TNI yang akan membangun proyek Trans Papua Wamena-Mumugu.

    4. Serda Handoko, Pratu Sugeng, dan anggota Polri Bharatu Wahyu

    Dua anggota TNI dan satu anggota Polri tewas dalam serangan yang dilakukan kelompok bersenjata di Papua pada awal Desember 2018. Serda Handoko dan Pratu Sugeng tertembak saat Pos TNI 755/Yalet, Mbua, Nduga, diserang kelompok bersenjata.

    Setelah menyerang pos TNI, kelompok bersenjata mundur dan menuju Puncak Kabo. Aparat gabungan TNI-Polri melakukan pengejaran ke Puncak Kabo dan terjadilah baku tembak di sini. Saat melakukan pengejaran inilah Bharatu Wahyu dilaporkan tertembak di bagian tangan.

    Saat ini, Polisi sedang memburu terduga pelaku penembak Briptu Hedar. Polisi akan berangkat dari telepon misterius yang meminta Hedar meninggalkan posnya sehingga ia diculik.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.