Relawan Jokowi Usul Ketua Alumni Unhas Calon Menteri Agraria

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Muhammad Ismak (kedua kiri) dicalonkan sebagai Menteri ATR/BPN oleh Alumni Kongres Relawan Jokowi Sedunia Tahun 2013, di konferensi pers, Bakoel Coffee, Cikini, Jakarta Pusat, Senin 12 Agustus 2019. Tempo/ Fikri Arigi.

    Muhammad Ismak (kedua kiri) dicalonkan sebagai Menteri ATR/BPN oleh Alumni Kongres Relawan Jokowi Sedunia Tahun 2013, di konferensi pers, Bakoel Coffee, Cikini, Jakarta Pusat, Senin 12 Agustus 2019. Tempo/ Fikri Arigi.

    TEMPO.CO, Jakarta - Kelompok relawan pendukung Joko Widodo atau Jokowi yang menamakan diri Alumni Kongres Relawan Jokowi Sedunia 2013, mengajukkan nama Muhammad Ismak untuk menjabat menteri Agraria dan Tata Ruang / Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).

    “Kami percayakan kepada Muhammad Ismak, yang saat ini menjabat sebagai Ketum Asosiasi Advokat Indonesia (AAI) & Ketum Alumni Unhas se-Jabotabek Tahun 2019-2024, untuk menjabat sebagai menteri ATR/BPN periode 2019-2024,” ujar koordinator mereka, Arief P Suwendi, di Bakoel Coffee, Cikini, Jakarta Pusat, Senin, 12 Agustus 2019.

    Ismak yang juga hadir dalam deklarasi dukungan tersebut menyatakan percaya diri. Meski tak diusung partai politik, ia menyebut dirinya mungkin berpeluang maju sebagai menteri dari kalangan profesional.

    Ismak mengaku selama berkiprah sebagai advokat, ia banyak menangani perkara sengketa agraria. “Saya kira presiden kan juga tidak akan semua ambil dari parpol ya. Akan dibagi juga dari profesional, harapannya ya dari sisi itu,” kata dia.

    Visinya untuk Menteri Agraria sendiri adalah pelayanan berbasis teknologi atau daring. Menurutnya saat ini ada kekurangan pelayanan dari segi kecepatan, karena belum maksimal menggunakan teknologi. Saat ini banyak badan, maupun pemerintahan daerah yang menerapkan teknologi dalam pelayanannya. Sedangkan Menteri ATR/BPN ia anggap agak terlambat menerapkan itu.

    “Dalam hal pelayanan harus dikurangi pertemuannya, yang saya akan lakukan pertama ya perubahan pelayanan online. Harus sesegera mungkin diterapkan di BPN,” ucap dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.