Jamaah Haji Mulai Bergerak ke Arafah

Reporter:
Editor:

Burhan Sholihin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah muslim asal Indonesia tiba di Arafah saat akan melaksanakan ibadah haji, di luar Kota Suci Mekah, Arab Saudi, 19 Agustus 2018. Sekitar 221 ribu calon haji Indonesia berpindah dari Mekah ke Arafah dalam tiga tahap. REUTERS/Zohra Bensemra

    Sejumlah muslim asal Indonesia tiba di Arafah saat akan melaksanakan ibadah haji, di luar Kota Suci Mekah, Arab Saudi, 19 Agustus 2018. Sekitar 221 ribu calon haji Indonesia berpindah dari Mekah ke Arafah dalam tiga tahap. REUTERS/Zohra Bensemra

    TEMPO.CO, Mekkah - Hari ini, Jumat 9 Agustus atau 8 Dzulhijjah jamaah haji secara bergelombang mulai bergerak dari Mekkah ke padang Arafah. Selama tanggal 9-13 Dzulhijjah, rangkaian ibadah haji memang dilakukan di Arafah, Mudzalifah dan Mina.

    Pembimbing jamaah haji Tabung Haji Umroh Yulianto menuturkan kepada Tempo.co, jamaahnya pagi ini mulai bersiap. "Sehabis subuh, jamaah sudah berkemas untuk naik bus dari hotel transit di Aziziyah, Mekkah, menuju padang Arafah," kata Yulianto. "Ibadah wukuf di Arafah, adalah puncak ibadah haji."

    Di Arafah, jamaah akan tingggal di tenda, berdzikir, berdoa dari mulai waktu Dzuhur sampai Maghrib. Cuaca di Mekkah dan Arafah, menurut Yulianto dari Tabung Haji Umroh, saat ini agak lebih "dingin" daripada biasanya. Di pagi hari suhu 30-34 derajat Celcius dan di siang hari suhu sekitar 40 derajat Celcius. Di tahun-tahun sebelumnya suhu bisa mencapi 52 derajat Celcius.  

    Para petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) yang bertugas di Mina juga mulai bergerak ke posnya, Kamis 8 Agustus malam. "Ada beberapa petugas yang akan bergerak menuju ke Mina, dalam rangka melakukan monitoring terhadap jamaah yang melakukan prosesi ibadah tarwiyah (bermalam di Mina dan memperbanyak dzikir dan doa di sana)" ujar Kepala Daerah Kerja Madinah, Akhmad Jauhari, seperti dilansir di situs Kementerian Agama.

    PPIH Daerah Kerja Madinah akan ditempatkan di Mina. Jauhari menyebutkan, jumlah personil yang diberangkatkan Kamis malam, sebanyak 40 orang bersama dengan 10 orang tenaga kesehatan. Pemerintah juga sudah menyiapkan tim kesehatan haji yang memadai untuk keperluan itu.

    "Mereka akan melakukan monitoring di beberapa maktab yang kebetulan ada jemaah yang melakukan prosesi tarwiyah," katanya.

    Akhmad menambahkan secara berangsur-angsur petugas dan jamaah akan digerakkan dengan  menggunakan bus. Ia menjelaskan bahwa bus yang akan mengangkut baik itu petugas maupun jemaah ke Arafah, Mudzalifah dan Mina harus menggunakan sistem Taraddudi (shuttle).

    "Diharapkan pada tanggal 8 Dzulhijjah, semua jemaah haji, sebelum jam 12 tengah malam, telah berada di Arafah," katanya.

    Berikut jadwal pemberangkatan bus di Arafah, Mudzalifah dan Mina : 

    Rute Makkah-Arafah, mulai operasional 8 Dzulhijjah (07.00-12.00), (12.00-16.00), (16.00-24.00) dan akan dilayani 21 bus per maktab.

    Rute Arafah-Muzdalifah, mulai operasional 9 Dzulhijjah (18.00-24.00) dan akan dilayani 7-9 bus per maktab.

    Rute Muzdalifah-Mina, mulai operasional 9 - 10 Dzulhijjah (23.00) dan akan dilayani 5 bus per maktab.

    Rute jamaah haji Mina-Makkah mulai operasional tanggal 12 Dzulhijjah (06.30-16.00) 13 Dzulhijjah (06.30-16.00) 21 bus per maktab.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Pemberantasan Rasuah Indonesia di Hari Antikorupsi Sedunia

    Wajah Indonesia dalam upaya pemberantasan rasuah membaik saat Hari Antikorupsi Sedunia 2019. Inilah gelap terang Indeks Persepsi Korupsi di tanah air.