Investigasi Buku Merah Bawa IndonesiaLeaks Terima Udin Award

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Inisiator IndonesiaLeaks dan CSOs pendukung IndonesiaLeaks menyelenggarakan konferensi pers di Kantor Sekretariat AJI Indonesia, Duren Tiga, Jakarta Selatan pada Ahad, 14 Oktober 2018. TEMPO/Andita Rahma

    Inisiator IndonesiaLeaks dan CSOs pendukung IndonesiaLeaks menyelenggarakan konferensi pers di Kantor Sekretariat AJI Indonesia, Duren Tiga, Jakarta Selatan pada Ahad, 14 Oktober 2018. TEMPO/Andita Rahma

    TEMPO.CO, Jakarta - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia menobatkan platfrom jurnalistik, IndonesiaLeaks, sebagai penerima penghargaan Udin Award. Tiga dewan juri menilai, IndonesiaLeaks telah meneruskan semangat wartawan Harian Bernas bernama Fuad Muhammad Syafruddin yang gugur ketika menjalankan tugas jurnalistik.

    "Tim IndosiaLeaks menghadapi upaya pembungkaman pers gaya baru dan berupaya bertahan meski ditentang," seperti dikutip dalam keterangan tertulis AJI Indonesia, Rabu malam, 7 Agustus 2019.

    Udin Award diberikan kepada jurnalis atau kelompok jurnalis yang menjadi korban kkerasan sepanjang Agustus 2018 hingga Juli 2019. AJI mencatat kekerasan terhadap jurnalis terus terjadi sepanjang setahun terakhir. Tak cuma kekerasan fisik, tapi juga ancaman melalui digital, pemidanaan, dan upaya pembungkaman. Menurut AJI, pidana terhadap jurnalis karena pemberitaan bahkan marak terjadi di sejumlah daerah akhir-akhir ini,

    Menurut dewan juri, liputan IndonesiaLeaks ihwal investigasi Buku Merah sempat dicoba untuk dihentikan. Tekanan lain adalah teror yang dialami anggota konsorsium non jurnalis. Dampaknya juga dirasakan wartawan yang menjadi anggota konsorsium IndonesiaLeaks.

    "Para jurnalisnya dengan pelbagai cara mencari jalan untuk menghadapi tekanan dari luar dan dalam organisasi media agar tetap menyiarkan liputannnya."

    IndonesiaLeaks merupakan wadah baru untuk menampung informasi dari masyarakat. Tim konsorsium bakal menindaklanjuti informasi itu dengan melakukan kerja kolaborasi. Lembaga nirlaba dan organisasi internasional juga terlibat.

    Karya jurnalistik pertama IndonesiaLeaks adalah Investigasi Buku Merah. Investigasi ini mengungkap adanya upaya menghilangkan barang bukti suap impor daging sapi.

    Beberapa media yang bergabung denganIndonesiaLeaks mengunggah hasil liputan tesebut di platform masing-masing. Media yang terlibat, seperti tempo.co, suara.com, dan kbr.id.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.