Mbah Maimoen Meninggal, Jokowi: Beliau Gigih Soal NKRI

Reporter:
Editor:

Purwanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • KH Maimoen Zubair atau Mbah Moen, merupakan pimpinan Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang, meninggal dunia di usia 90 tahun. Dok.TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    KH Maimoen Zubair atau Mbah Moen, merupakan pimpinan Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang, meninggal dunia di usia 90 tahun. Dok.TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo menyampaikan rasa bela sungkawa atas meninggalnya ulama KH Maimoen Zubair atau akrab disapa Mbah Moen, Selasa, 6 Agustus 2019. Bagi Jokowi, Mbah Moen merupakan sosok kiyai yang sangat karismatik.

    "Kami atas nama pemerintah, seluruh rakyat Indonesia, kita semua ikut berbela sungkawa atas wafatnya beliau," kata Jokowi saat ditemui usai memberi arahan pada Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan 2019, di Istana Negara, Jakarta Pusat, Selasa, 6 Agustus 2019.

    Q Pada pemilihan presiden 2019 lalu, Mbah Moen menyatakan dukungannya pada Jokowi.

    Bagi Jokowi, sosok kiyai berusia 91 tahun itu merupakan sosok yang kerap jadi rujukan bagi umat islam. "Beliau juga sangat gigih dalam menyampaikan NKRI harga mati. Oleh sebab itu, kita sangat kehilangan," kata Jokowi.

    Mbah Moen diketahui meninggal saat sedang melaksanakan ibadah haji di Mekkah, Arab Saudi. Ia wafat di usia 90 tahun. Maimoen Zubair lahir pada 28 Oktober 1928, di Karangmanu, Rembang, Jawa Tengah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.