Isu Buwas dan Syafruddin Masuk Bursa Caketum, PPP: Kami Terbuka

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Plt Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suharso Monoarfa memberikan sambutan pada pembukaan Mukernas III Dewan Pimpinan Pusat PPP di Cisarua, Bogor, Jawa Barat, Rabu 20 Maret 2019. Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) menyepakati Suharso Monoarfa menjadi pelaksana tugas atau Plt Ketua Umum PPP. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Plt Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suharso Monoarfa memberikan sambutan pada pembukaan Mukernas III Dewan Pimpinan Pusat PPP di Cisarua, Bogor, Jawa Barat, Rabu 20 Maret 2019. Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) menyepakati Suharso Monoarfa menjadi pelaksana tugas atau Plt Ketua Umum PPP. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta-Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Suharso Monoarfa menanggapi kabar yang beredar ihwal mantan Kabareskrim Komisaris Jenderal (Purnawirawan) Budi Waseso (Buwas), serta Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara-Reformasi Birokrasi Komisaris Jenderal  (Purnawirawan) Syafruddin masuk dalam bursa calon Ketua Umum PPP

    Menurut Suharso, kabar tersebut hanyalah isu. Namun Suharso terbuka jika Buwas dan Syafruddin  ingin merapat ke partai politik berlambang Ka'bah itu.

    "Tapi kalau ada, itu menandakan bahwa kita ini gadis yang cantik juga. Banyak juga kumbang-kumbang yang mau hadir mendekati. Kami ini partai terbuka," ujar Suharso saat ditemui usai acara pembukaan Mukernas PPP di Hotel Ledian, Serang, Banten, Jumat, 19 Juli 2019.

    PPP menggelar Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) IV pada 19-20 Juli 2019. Mukernas merupakan forum permusyawaratan tertinggi kedua setelah muktamar. Dalam agenda konsolidasi partai tersebut akan dibahas ihwal waktu pelaksanaan muktamar, yang merupakan agenda pengambilan keputusan partai untuk memilih ketua umum definitif.

    Saat ini PPP masih dipimpin oleh Suharso Monoarfa yang statusnya masih pelaksana tugas (Plt) ketua umum. Suharso menggantikan Muhammad Romahurmuziy yang ditetapkan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi sebagai tersangka kasus jual beli jabatan di Kementerian Agama.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.