Pendukung ISIS Minta Pulang ke Indonesia, Ini Jawaban Ryamizard

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menghadiri acara silaturahmi dan halalbihalal bersama Presidium Alumni 212 di Hotel Shangrila, Jakarta, Kamis, 27 Juni 2019. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menghadiri acara silaturahmi dan halalbihalal bersama Presidium Alumni 212 di Hotel Shangrila, Jakarta, Kamis, 27 Juni 2019. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengatakan pemerintah bisa saja memulangkan ratusan warga negara Indonesia eks pendukung ISIS yang kini berada di Suriah. Namun ia meminta mereka berjanji secara lisan dan tertulis untuk setia pada Pancasila dan NKRI serta tidak akan menyebarkan paham-paham ISIS di Indonesia.

    "Janji dulu, dong. Janji dulu. Kalau di sini (Indonesia) mau jadi ISIS, gak usah (pulang) aja," kata Ryamizard di kantornya, Jakarta, Selasa, 9 Juli 2019.

    Baca juga: Ryamizard Sebut 3 Persen TNI Radikal, Pengamat Terorisme: Blunder

    Menurut Ryamizard, syarat janji itu berlaku pula untuk anak-anak dan perempuan yang ingin kembali ke Indonesia. "Janji. Mau anak kecil, perempuan, gak gitu lagi urusannya. Kalau melanjutkan perjuangannya di sini bahaya."

    Ryamizard menjelaskan meski syarat kepulangan yang pemerintah berikan itu sebatas janji, tetap harus dilakukan sungguh-sungguh. Ia menilai jika para simpatisan ISIS ini beragama Islam maka mereka seharusnya paham akan konsekuensi sebuah janji palsu. "Janji setia Pancasila dan NKRI. Kalau dia orang Islam, ya, janji yang benar kalau gak dosa besar," katanya.

    Baca juga: Pancasila Tergerus, Ryamizard: TNI Penjaga Ideologi Negara

    Menhan Ryamizard mengatakan pemerintah siap memulangkan para pendukung ISIS ini atas dasar kemanusiaan. "Kita ini bangsa yang berperikemanusiaan tapi kalau datang langsung ngebom sana sini, rusak, gak boleh. Janji dulu gak boleh berbuat macam-macam."

    Majalah Tempo edisi15 Juni 2019 mengungkapkan ratusan WNI bekas pendukung ISIS terkatung-katung di Suriah. Kepada Tempo, mereka meminta pemerintah Indonesia mau memulangkan mereka. Otoritas Kurdi bersedia memulangkan mereka dengan syarat ada permintaan resmi dari pemerintah Indonesia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    WhatsApp Pay akan Meluncurkan E - Payment, Susul GoPay dan Ovo

    WhatsApp akan meluncurkan e-payment akhir tahun 2019 di India. Berikutnya, WhatsApp Pay akan melebarkan layanannya ke Indonesia.