Kepala BNPB: Semoga Lahir Sutopo-Sutopo Muda di Indonesia

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Istri dan dua anak Almarhum Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, Retno Utami (tengah), Muhammad Ivanka Rizaldi Nugroho (kiri) dan Muhammad Aufa Wikantyasa Nugroho (kanan) berdoa di makam Sutopo di Tempat Pemakaman Umum Sonolayu, Boyolali, Jawa Tengah, Senin, 8 Juli 2019. Sutopo Purwo Nugroho meninggal dunia pada usia 49 tahun karena kanker paru-paru stadium empat. ANTARA

    Istri dan dua anak Almarhum Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, Retno Utami (tengah), Muhammad Ivanka Rizaldi Nugroho (kiri) dan Muhammad Aufa Wikantyasa Nugroho (kanan) berdoa di makam Sutopo di Tempat Pemakaman Umum Sonolayu, Boyolali, Jawa Tengah, Senin, 8 Juli 2019. Sutopo Purwo Nugroho meninggal dunia pada usia 49 tahun karena kanker paru-paru stadium empat. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Nasional Penganggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Doni Monardo mengatakan sangat kehilangan Sutopo Purwo Nugroho. Selain memiliki dedikasi yang tinggi, Sutopo juga sangat piawai dalam menjalankan tugasnya.

    Baca: Menlu Retno tentang Figur Sutopo: Sangat Berdedikasi

    Hal itu dikatakan Doni saat menjadi inspektur upacara pemberangkatan jenazah di rumah orang tua Sutopo di Boyolali, Senin, 8 Juli 2019. "Beliau mampu mengumpulkan data-data mengenai bencana dengan cepat," katanya.

    Data tersebut diolah sedemikian rupa dan disajikan sebagai sebuah informasi yang akurat, baik untuk keperluan internal pemerintahan maupun untuk masyarakat luas. "Informasi yang diberikan sangat mudah dipahami baik oleh masyarakat maupun para pejabat," katanya.

    Sutopo juga disebutnya memiliki kemampuan menganalisa data secara tajam. Kemampuan an itu membuat dia selalu bisa memberikan saran-saran yang tepat untuk menangani bencana.

    Menurut Doni, institusinya sangat kehilangan sosok yang sangat piawai dalam menjalankan tugasnya itu. Sebab, sangat sulit mencari sumber daya manusia yang memiliki kemampuan setara. "Semoga lahir Sutopo-Sutopo muda," kata dia.

    Keluarga besar BNPB selama ini telah berusaha keras untuk membantu pengobatan Sutopo. "Kami berkoordinasi dengan Rumah Sakit Angkatan Darat," katanya. Pihak rumah sakit juga telah mengerahkan dokter terbaiknya.

    Baca: Ini Wasiat Sutopo Purwo Nugroho Soal Informasi Bencana

    Sutopo meninggal di St Stamford Modern Cancer Hospital, Guangzhou, Cina, pada Ahad hari ini pukul 02.00 waktu setempat. Pria berusia 49 tahun itu meninggal dalam perjuangannya melawan penyakit kanker paru-paru. Sejak awal Januari 2018, Sutopo didiagnosa mengidap kanker stadium 4B.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Akar Bajakah Tunggal, Ramuan Suku Dayak Diklaim Bisa Obati Kanker

    Tiga siswa SMAN 2 Palangka Raya melakukan penelitian yang menemukan khasiat akar bajakah tunggal. Dalam penelitian, senyawa bajakah bisa obati kanker.