Haris Hasanuddin Pernah Coba Lobi Romahurmuziy Via Ketua DWP PPP

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota DPR RI (nonaktif) Romahurmuziy, menjalani pemeriksaan pasca menjalani pembantaran di Rumah Sakit Polri Soekanto selama sebulan, di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Jumat, 3 Mei 2019. Komisi Pemberantasan Korupsi mencabut pembantaran tersangka suap jual-beli jabatan di Kementerian Agama, Romahurmuziy, sejak Kamis, 2 Mei 2019. TEMPO/Imam Sukamto

    Anggota DPR RI (nonaktif) Romahurmuziy, menjalani pemeriksaan pasca menjalani pembantaran di Rumah Sakit Polri Soekanto selama sebulan, di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Jumat, 3 Mei 2019. Komisi Pemberantasan Korupsi mencabut pembantaran tersangka suap jual-beli jabatan di Kementerian Agama, Romahurmuziy, sejak Kamis, 2 Mei 2019. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Dewan Pimpinan Wilayah PPP Jawa Timur Musyaffa Noer mengatakan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur Haris Hasanuddin pernah melobinya untuk berkomunikasi dengan eks Ketua Umum PPP Romahurmuziy atau Romy saat proses seleksi jabatan sedang berlangsung. "Pertama silaturahim. Kedua minta bantuan untuk disampaikan kepada Pak Romy, beliau ingin jadi Kepala Kantor Wilayah," kata Musyaffa di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta hari ini, 3 Juli 2019.

    Musyaffa bersaksi dalam sidang lanjutan perkara suap jual beli jabatan di lingkungan Kementerian Agama. Haris menyambangi rumahnya pada Desember 2018.

    Baca juga: Khofifah Penuhi Panggilan sebagai Saksi Kasus Jual Beli Jabatan

    Meminta tolong kepadanya, kata Musyaffa, karena Haris menilai Musyaffa memiliki kedekatan dengan Romy. Musyaffa sempat mempertanyakannya, "Loh kok ke saya? Beliau jawab, kan Bapak dekat dengan Pak Romy.”

    Ia menjelaskan kedekatannya hanya sama-sama berada dalam struktur partai. “Barangkali bisa disampaikan ke Pak Romy. Saya jawab, akan menyampaikan," ujar Musyaffa.

    Musyaffa pun mengakui bahwa telah menyampaikan keinginan dari Haris kepada Romy. Namun, dia mengklaim bahwa, tidak ada respons dari proses komunikasi itu. "Kapan disampaikannya?" tanya jaksa.

    Baca juga: KPK Belum Terima Laporan Gratifikasi US$ 30 Ribu dari Menag

    Musyaffa menyampaikannya pada acara seminar di Jawa Timur. “Pada saat saya menyampaikan, Pak Romy diam tak ada respons."

    Setelah itu, Musyaffa kembali bertemu dengan Haris di salah satu cafe. Pada kesempatan itu, dia menyampaikan, bahwa Romahurmuziy tidak menanggapi keinginannya. "Terus tanggapannya, ‘ya sudah’," kata Musyaffa.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Para Pencari Suaka Afganistan dan Data Sejak 2008

    Para pencari suaka Afganistan telantar di depan Kementerian BUMN di Jakarta pada Juli 2019. Sejak 2008, ada puluhan ribu pencari suaka di Indonesia.