Jaringan Jamaah Islamiyah Para Wijayanto Punya Kebun Sawit

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rumah Para Wijayanto, terduga teroris yang ditangkap Densus 88 Mabes Polri pada Jumat, 28 Juni lalu. TEMPO/Ade Ridwan

    Rumah Para Wijayanto, terduga teroris yang ditangkap Densus 88 Mabes Polri pada Jumat, 28 Juni lalu. TEMPO/Ade Ridwan

    TEMPO.CO, Jakarta - Pimpinan jaringan teroris Jamaah Islamiyah (JI) bernama Para Wijayanto dan anak buahnya memiliki usaha perkebunan kelapa sawit sebagai modal membangun dan kegiatan kelompok tersebut. 

    Baca: Polisi: Pentolan Jamaah Islamiyah Para Wijayanto Ahli Intelijen

    “Perkebunan kelapa sawit itu terletak di Kalimantan dan Sumatera," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo di kantornya, Jakarta Selatan pada Senin, 1 Juli 2019.

    Dedi mengatakan, polisi kini masih mencari tahu perusahaan dan lokasi perkebunan tersebut. Namun dari usaha kebun sawit itu, Para mampu membayar anggotanya Rp 10 juta hingga Rp 15 juta per bulan.

    “Mereka bisa dikatakan berhasil membangun kekuatan ekonomi untuk operasional sehari-hari termasuk gaji pejabat struktural,” kata Dedi. 

    Bahkan, Para kerap memberangkatkan orang hasil perekrutan ke Syria untuk pelatihan militer. Pemberangkatan itu menggunakan dana hasil usaha perkebunan kelapa sawit. Namun, belum diketahui berapa jumlah orang yang direkrut dan diberangkatkan itu. 

    Para, kata Dedi, dibekuk pada 28 Juni 2019 di Hotel Adaya Jalan Raya Kranggan, Jatisampurna, Bekasi.  Selain Para, polisi juga meringkus istri Para yakni Masitha Yasmin dan tangan kanannya Bambang Suyoso. Ketiganya ditangkap berbarengan.

    “Bambang berperan sebagai penghubung amir dan orang yang direkrut, termasuk orang-orang yang dikirimkan ke Suriah. Bambang juga sebagai sopir Para,” kata Dedi.

    Selain itu, polisi meringkus Abdurrahman, pada 30 Juni 2019 sekitar pukul 11.45 WIB, di Perumahan Griya Syariah, Blok G, Kelurahan Kebalen, Bekasi, Jawa Barat. 

    Abdurrahman merupakan orang yang berhasil direkrut oleh jaringan Para dan juga orang kepercayaannya untuk menggerakkan jajaran JI di Indonesia. 

    Baca: Para Wijayanto, Pentolan Jamaah Islamiyah yang Buron Sejak 2003

    Terakhir, polisi menangkap Budi Tri alias Haedar alias Feni alias Gani di hari yang sama, 30 Juni 2019, sekitar pukul 14.15 WIB di daerah Pohijo, Kecamatan Sampung, Ponorogo, Jawa Timur. Budi Tri adalah penasihat Para dan penggerak jajaran JI Jawa Timur.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.