Alasan Rizal Mallarangeng Golkar DKI Kecolongan Dukung Bamsoet

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Plt Ketua DPD Golkar DKI Jakarta, Rizal Malarangeng, dalam acara pengukuhan relawan GoJo di Rusun Perumnas Cengkareng, Jakarta Barat. Minggu 16 September 2018. Tempo/ Fikri Arigi.

    Plt Ketua DPD Golkar DKI Jakarta, Rizal Malarangeng, dalam acara pengukuhan relawan GoJo di Rusun Perumnas Cengkareng, Jakarta Barat. Minggu 16 September 2018. Tempo/ Fikri Arigi.

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelaksana Tugas Ketua DPD I Golkar Provinsi DKI Jakarta, Rizal Mallarangeng merasa kecolongan dengan adanya deklarasi dukungan para Ketua DPD Partai Golkar tingkat ll DKI Jakarta terhadap Bambang Soesatyo (Bamsoet), untuk maju menjadi Calon Ketua Umum Partai Golkar.

    Baca: Kursi Panas Ketua Golkar, Rizal: Bamsoet, Jangan Main Kayu

    "Saya lagi mengantar anak sekolah ke Amerika, dua minggu, tiba-tiba ada gerakan," kata Rizal Mallarangeng, sambil tertawa di kediamannya, bilangan Menteng, Jakarta pada Ahad malam, 30 Juni 2019.

    Enam DPD II DKI Jakarta memberikan dukungan kepada Bamsoet untuk maju menjadi ketua umum. Dukungan itu disampaikan di rumah dinas Ketua DPR RI, Jalan Widya Chandra, Jakarta pada Sabtu siang, 29 Juni 2019. Pada malam harinya, dukungan itu dicabut dengan alasan belum berkoordinasi dengan pimpinan Golkar DKI Jakarta yaitu Rizal Maralanggeng.

    Ahad malam, Rizal mengundang enam pimpinan DPD tingkat dua tersebut ke kediamannya. Pria yang akrab disapa Celi itu menyebut, sikap DPD II DKI telah dikoreksi.

    Dia memastikan para bawahannya itu telah mencabut dukungan kepada Bamsoet dan menegaskan bahwa DPD Golkar DKI Jakarta solid mendukung Airlangga Hartarto sebagai ketua umum di Munas mendatang. "Kami DPD Golkar DKI Jakarta solid, mendukung Airlangga Hartarto sebagai ketua umum," ujar dia.

    Hadir dalam pertemuan itu seluruh Ketua DPD II DKI Jakarta. Namun, Ketua DPD Jakarta Selatan, Muhammad Ikhsan Ningratubun yang sebelumnya memberikan dukungan ke Bamsoet, menolak ikut menyatakan sikap mendukung Airlangga Hartarto.

    Rizal mengatakan tak masalah jika ada satu dua bawahan yang tak sependapat. Kendati demikian, dia meminta agar semua hal yang hendak disampaikan kepada publik dikoordinasikan terlebih dahulu dengannya. "Kejadian yang kemarin itu, saya dapat pesan WhatsApp dari berbagai kawan, apa di DKI ada kudeta?," ujar Rizal Maralanggeng.

    Menurut Rizal, dukung-mendukung terhadap calon ketua umum atau politik internal sebaiknya dimulai setelah tahapan pemilihan legislatif di Mahkamah Konstitusi (MK) selesai.

    Sementara itu, manuver Bambang Soesatyo kian kencang. Dalam beberapa hari belakangan, dukungan sejumlah DPD mengalir kepadanya. DPD II yang telah memberikan dukungan berasal dari Jawa Barat, Kepulauan Riau, Maluku, Maluku Utara, dan Papua Barat. Adapula DPD Kalimantan Selatan dan enam DPD II DKI Jakarta belakangan mencabut dukungan.

    Baca: Bamsoet Terima Dukungan 4 DPD untuk Maju Ketua Umum Golkar

    Mengklaim telah mengantongi restu sejumlah senior Golkar, Bamsoet mengatakan akan tetap maju sebagai kandidat calon ketua umum Golkar. Bamsoet juga akan bertemu Airlangga untuk menyampaikan niatnya tersebut. "Mungkin pekan depan sebelum saya nyatakan maju, saya akan minta waktu bertemu beliau (Airlangga)," kata Bamsoet di rumah dinasnya, Sabtu lalu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.