Bamsoet Terima Dukungan 4 DPD untuk Maju Ketua Umum Golkar

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua DPR Bambang Soesatyo. TEMPO/ Gunawan Wicaksono

    Ketua DPR Bambang Soesatyo. TEMPO/ Gunawan Wicaksono

    TEMPO.CO, Jakarta - Bambang Soesatyo menerima dukungan dari empat perwakilan Dewan Pimpinan Daerah tingkat II untuk maju sebagai calon ketua umum Golkar. DPD II yang memberikan dukungan berasal dari Jawa Barat, Kepulauan Riau, Maluku, Maluku Utara, dan Papua Barat.

    Baca juga: Bamsoet Sebut Dapat Dukungan Para Senior Golkar Maju Jadi Ketum

    Ketua Dewan Perwakilan Rakyat itu menerima pernyataan dukungan di kantornya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta hari ini. "Hari ini saya menerima dukungan dan kedatangan kawan-kawan di daerah," kata Bamsoet, sapaan Bambang, di kantornya Jumat, 27 Juni 2019.

    Bamsoet mengklaim sejumlah pengurus daerah sudah lama ingin datang ke Jakarta dan menyatakan dukungan. Namun dia sengaja menunggu putusan Mahkamah Konstitusi ihwal sengketa hasil pemilihan presiden 2019 terlebih dulu.

    Menurut Bamsoet, ada lima poin harapan yang disampaikan pengurus daerah yang mengunjunginya hari ini. Pertama, mereka menginginkan Golkar tetap setia mendukung pemerintahan Joko Widodo yang kembali terpilih menjadi presiden 2019-2024.

    Kedua, kata Bamsoet, pengurus daerah berharap tak ada lagi kebijakan Partai Golkar di tingkat pusat yang diambil tanpa melalui mekanisme dalam Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga dan peraturan organisasi.

    Ketiga, mantan Ketua Komisi Hukum DPR ini mengatakan pengurus daerah menginginkan tak ada lagi pelaksana-pelaksana tugas pimpinan partai di daerah. "Menurut teman-teman daerah Plt ini menjadi momok terhadap mereka selaku pimpinan partai di daerah. Aspirasi ini mereka sampaikan kepada saya, partai harus bisa mengayomi daerah dan membina daerah sebagaimana fungsi pengurus pusat," ucapnya.

    Keempat, lanjut dia, pengurus daerah menginginkan pengurus partai lebih banyak diisi kader-kader muda demi menghadapi tantangan zaman. Menurut mereka, 60-70 persen pengurus semestinya anak-anak muda, dengan tetap mementingkan aspek prestasi, dedikasi, loyalitas, dan tidak tercela (PDLT).

    Terakhir, Bamsoet menyebut para pengurus daerah berharap ketua umum hanya menjabat satu peroode. Bamsoet pun mengaku sepakat dengan usulan ini.

    "Sehingga kaderisasi di partai terus berjalan dengan lancar, tidak macet, karena partai harus terus menerus melakukan penyegaran dan menyesuaikan dengan tantangan zaman," kata dia.

    Bamsoet meminta perwakilan DPD II yang hadir untuk membuat pernyataan dukungan secara tertulis. Selain yang sudah hadir hari ini, kata dia, ada sejumlah pengurus daerah lainnya yang menyatakan ingin datang memberikan dukungan.

    "Saya menyampaikan kalau ingin mendukung saya, jangan hanya lisan tapi sampaikan secara tertulis dan mereka menyampaikan secara tertulis dan saya simpan. Saya meyakini bahwa mereka betul-betul serius mendukung saya," ucap Bamsoet.

    Ketua DPD Partai Golkar Cirebon, Jawa Barat, Toto Sunanto mengaku mendukung penuh Bamsoet untuk maju sebagai calon ketua umum. Dia mengatakan memuji kinerja Bamsoet serta berharap Bamsoet tak melupakan DPD-DPD jika sudah menjadi ketua umum.

    "Kami dari Kota Cirebon mendukung secara penuh untuk pencalonan Bamsoet. Ya mudah-mudahan dipimpin oleh Pak Bamsoet ini menjadi ada perubahan di Golkar," ujar Toto di lokasi yang sama.

    Baca juga: Bamsoet dan Airlangga Masuk Bursa Calon Kuat Ketum Golkar

    Ihwal perbedaan pendapat dengan Ketua DPD I Partai Golkar Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang mendukung kepemimpinan Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto, Toto berujar DPD I dan II memiliki hak suara yang sama.

    Isu pergantian ketua umum partai beringin berembus kencang seusai pemilihan legislatif 2019. Sejumlah kader menilai Airlangga gagal membawa partai mencapai target perolehan suara dan kursi di pileg 2019. Selain itu ada pula dorongan untuk konsolidasi partai sebelum Presiden Jokowi membentuk kabinet di pemerintahan 2019-2024.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bagi-bagi Jatah Menteri di Komposisi Kabinet Jokowi

    Partai koalisi pemerintah membahas komposisi kabinet Jokowi - Ma'ruf. Berikut gambaran komposisi kabinet berdasarkan partai pendukung pasangan itu.