Moeldoko: Ada Jaringan Teroris di Aksi Putusan Sengketa Pilpres

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Harian TKN Jokowi - Ma'ruf Amin, Moeldoko (kedua kiri) dan Wakil Direktur Saksi TKN Lukman Edy (kiri) memberikan keterangan pers di

    Ketua Harian TKN Jokowi - Ma'ruf Amin, Moeldoko (kedua kiri) dan Wakil Direktur Saksi TKN Lukman Edy (kiri) memberikan keterangan pers di "War Room Real Count" TKN, Jakarta, Ahad, 21 April 2019. Moeldoko mengatakan keberadaan "war room" ini merupakan alat kontrol TKN terhadap penghitungan suara pemilu 2019. ANTARA/Hafidz Mubarak A

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan ada jaringan teroris yang akan menyusup dalam unjuk rasa saat sidang pleno putusan sengketa Pilpres 2019 oleh Mahkamah Konstitusi (MK) pada Kamis, 27 Juni 2019.

    Baca: Wiranto Sebut akan Tangkap Dalang Aksi Sengketa Pilpres Jika...

    "Ada jaringan teroris yang ikut main nanti, kami sudah tahu itu, sudah kami petakan," kata Moeldoko kepada media saat ditemui di Kantor Bappenas, Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Rabu 26 Juni 2019. Kendati demikian, dia tak menjelaskan detail dari kelompok mana jaringan teroris tersebut.

    Karena itu, kata Moeldoko, pemerintah telah melakukan strategi antisipasi. Salah satunya, TNI dan Polri telah menyiapkan pasukan gabungan untuk pengamanan di sekitar MK.

    TNI dan Polri, kata dia, telah menyiapkan personil sebanyak 40 ribu orang untuk mengamankan sidang putusan sengketa di MK. Adapun diperkirakan jumlah massa yang akan ikut aksi di depan MK mencapai 2.500 hingga 3.000 orang.

    Dia mengatakan jumlah kekuatan ini sudah cukup memadai untuk melakukan pengamanan dalam rencana aksi yang digelar besok. Oleh karena itu, Moeldoko meminta kepada masyarakat untuk tidak khawatir mengenai adanya aksi tersebut.

    "Kekuatan ini sementara cukup memadai, masyarakat tidak usah khawatir, pasti bisa diselesaikan dengan baik," kata Moeldoko.

    Baca: Pengamat Ini Yakin 100 Persen Prabowo Kalah di MK

    Moeldoko mengatakan pemerintah dan penegak hukum bakal menindak tegas jika ada pelaku aksi yang melakukan kegiatan rusuh. Namun, sepanjang massa aksi yang melakukan demo secara wajar maka penegak hukum dan pemerintah akan memberikan kesempatan untuk melakukan kegiatan demo.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gerhana Bulan Parsial Umbra Terakhir 2019

    Pada Rabu dini hari, 17 Juli 2019, bakal terjadi gerhana bulan sebagian. Peristiwa itu akan menjadi gerhana umbra jadi yang terakhir di tahun 2019.