Pengamat Prediksi Kongres PDIP Tetap Pilih Megawati Sebagai Ketum

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi berjalan bersama Ketua Dewan Pengarah BPIP Megawati Soekarnoputri setelah pertemuan tertutup di Istana Negara, Jakarta, Selasa, 21 Mei 2019. Dalam pertemuan itu, Jokowi  juga mengucapkan selamat pada Megawati sebagai ketua umum PDIP. Dalam rekapitulasi KPU, PDIP menang dalam pemilihan legislatif. ANTARA

    Presiden Jokowi berjalan bersama Ketua Dewan Pengarah BPIP Megawati Soekarnoputri setelah pertemuan tertutup di Istana Negara, Jakarta, Selasa, 21 Mei 2019. Dalam pertemuan itu, Jokowi juga mengucapkan selamat pada Megawati sebagai ketua umum PDIP. Dalam rekapitulasi KPU, PDIP menang dalam pemilihan legislatif. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Guru Besar Ilmu Politik Salim Haji Said memprediksi, di kongres Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mendatang tidak akan terjadi perebutan posisi ketua umum. Ia menuturkan yang terjadi adalah perebutan posisi selapis di bawah ketua umum, yakni ketua harian. Pembentukan struktur baru yakni ketua harian atau wakil ketua umum memang tengah menjadi wacana di kongres PDIP mendatang.

    Baca: PDIP Isyaratkan Megawati Bakal Jadi Ketua Umum Lagi

    Menurut Salim, kursi ketua umum tidak akan diperebutkan karena sejumlah DPD PDIP sudah menyebut tetap menginginkan Megawati Soekarnoputri sebagai ketua umum di periode selanjutnya. "Jadi yang akan terjadi adalah kompetisi merebut ketua Harian. Dan yang berpotensi, hampir semua anak-anaknya Mega," ujar dia, Sabtu, 22 Juni 2019.

    Megawati memiliki tiga orang anak, dua putra dan satu putri. Mereka adalah Mohammad Rizki Pratama, Mohammad Prananda Prabowo dan Puan Maharani. Anak sulung Mega yakni; Mohammad Rizki Pratama tidak terjun ke dunia politik. Dia memilih berkiprah di dunia bisnis sebagai pengusaha. 

    Sementara Prananda Prabowo dan Puan Maharani mengikuti jejak orangtuanya masuk ke dunia politik. Puan kini menjabat sebagai Menteri Koordinator Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan. Sementara Prananda kini menjabat sebagai Kepala Pusat Analisa dan Pengendali Situasi PDI Perjuangan. 

    Di kalangan elite PDI Perjuangan, Prananda dikenal sebagai "man behind the door". Prananda disebut-sebut sebagai sosok dibalik pidato-pidato Megawati yang berapi-api.

    Salim berpendapat, kursi ketua harian itu tidak akan jauh-jauh dari Trah Soekarno karena partai tetap ingin mempertahankan marwah Soekarno. "Warisan Soekarno dan ideologi PDIP yang ingin dijaga," ujar dia.

    PDIP akan mempercepat pelaksanaan Kongres V yang seharusnya dilaksanakan pada 2020. Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno menyebut kongres rencananya akan digelar pada 8-10 Agustus di Bali. Sejumlah elite PDIP membantah bahwa percepatan kongres digelar karena Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri akan mengundurkan diri dari jabatannya.

    Baca: Sekjen PDIP: Wong Cilik Ingin Megawati Tetap Jadi Ketua Umum

    Politikus senior PDIP, Pramono Anung mengklaim seluruh kader masih menginginkan Megawati tetap memimpin partai berlambang banteng itu. Dalam kongres mendatang, ujar Pramono, akan membahas ihwal wacana penambahan posisi baru dalam struktur di DPP PDIP, seperti Ketua Harian dan Wakil Ketua Umum.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pidato Jokowi Terkait Kinerja dan Capaian Lembaga Tinggi Negara

    Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR pada 16 Agustus 2019. Inilah hal-hal penting dalam pidato Jokowi.