Teror Novel Baswedan, Pengacara Singgung Dugaan Polisi Terlibat

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyidik Senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan memberikan keterangan pers di Gedung KPK, Jakarta, Jumat 26 April 2019. Organisasi hak asasi manusia Amnesty International menyatakan siap membawa isu tentang penyiraman air keras terhadap penyidik KPK ke ranah internasional misalnya pada kongres parlemen di Amerika Serikat. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya

    Penyidik Senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan memberikan keterangan pers di Gedung KPK, Jakarta, Jumat 26 April 2019. Organisasi hak asasi manusia Amnesty International menyatakan siap membawa isu tentang penyiraman air keras terhadap penyidik KPK ke ranah internasional misalnya pada kongres parlemen di Amerika Serikat. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya

    TEMPO.CO, Jakarta - Tim kuasa hukum Novel Baswedan kembali menyebut dugaan keterlibatan polisi dalam penyerangan terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tersebut.

    Baca: Antam Novambar dan 8 Polisi Daftar Capim KPK, Berikut Daftarnya

    "Bulan lalu ada konfirmasi dari salah satu anggota tim gabungan, bahwa ada kuatnya dugaan keterlibatan oknum anggota kepolisian dalam kasus kekerasan terhadap Novel Baswedan," kata anggota tim kuasa hukum, Alghiffari Aqsa di kantor KPK pada Kamis, 20 Juni 2019.

    Alghifaffri datang ke KPK untuk mendampingi Novel Baswedan. Hari ini, sekaligus bertepatan dengan 800 hari teror tersebut, Kepolisian Daerah Metro Jaya berencana memeriksa Novel.

    Alghif mengatakan, selama dua tahun terakhir proses penyelidikan, pelaku tindak kekerasan selalu mengarah kepada preman maupun kelompok mata elang. Tim kuasa hukum bahkan menduga adanya keterlibatan jenderal. "Tapi entah itu ditutupi dan selama ini tidak terungkap mengenai keterlibatan anggota kepolisian," katanya.

    Polri sudah bolak-balik membantah jika korpsnya dikaitkan dengan penyerangan terhadap Novel. Polisi menyebut mereka serius menangani perkara tersebut. 

    Pada 11 April 2017 dua orang tak dikenal menyiram wajah Novel dengan air keras. Peristiwa itu terjadi di dekat rumah Novel, seusai mantan perwira Polri itu menjalankan salat subuh berjamaah di masjid.

    Baca: Tim Gabungan Polri Periksa Novel Baswedan dalam Kasus Air Keras

    Mata kiri Novel mengalami kerusakan 95 persen. Ia sempat dirawat di Singapura berbulan-bulan sejak kejadian itu dan baru kembali ke Indonesia pada 22 Februari 2018. Novel kembali aktif bekerja di KPK pada 27 Juli 2018. Setelah lebih dari setahun, polisi belum juga bisa menangkap pelaku penyerangan Novel.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kebijakan Bebas Visa bagi Indonesia di Brasil dan Empat Negara

    Sejumlah negara baru saja mengeluarkan kebijakan bebas visa bagi para pemegang paspor Indonesia, bukti bahwa paspor Indonesia semakin kuat di dunia.