Tetap Aman Bertransaksi Saat Lebaran Bersama BNI

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Bisnis Konsumer BNI , Tambok P. S. Simanjuntak (kanan) saat bertransaksi di acara Bazar Rumah Kreatif BUMN Ramadan 2019 di Graha BNI, Jakarta pada Jumat, 24 Mei 2019. (Asep Jaya Effendi/TEMPO)

    Direktur Bisnis Konsumer BNI , Tambok P. S. Simanjuntak (kanan) saat bertransaksi di acara Bazar Rumah Kreatif BUMN Ramadan 2019 di Graha BNI, Jakarta pada Jumat, 24 Mei 2019. (Asep Jaya Effendi/TEMPO)

    INFO BISNIS-- Pelayanan BNI melalui channel-channel elektronik tetap berjalan normal pada masa libur Lebaran 2019 nanti. Cek saja fitur layanan mobile banking,  SMS banking, internet banking, maupun ATM, seluruhnya siap memudahkan transaksi keuangan Anda. Selain itu,  fungsi call center BNI pun tetap berjalan tanpa henti melalui nomor 1500046. 

    Layanan elektronik memang ditujukan untuk semakin mempermudah nasabah. Namun, sikap waspada perlu senantiasa disematkan pada setiap diri pengguna layanan channel elektronik dimana pun berada untuk menekan kemungkinan terjadinya penyalahgunaan oleh pihak-pihak tertentu yang tidak bertanggungjawab. BNI memberikan berbagai tips agar dapat menggunakan layanan channel elektronik dengan tetap nyaman dan aman. 

    Pada saat menggunakan layanan Mobile Banking, pastikan Anda tetap sadar untuk menjaga kerahasiaan User Id yang dimiliki. Pastikan Mobile Personal Identification Number (MPIN) - nya tidak beralih ke orang lain. Begitu juga dengan kata kunci (password) yang harus tetap disimpan untuk diketahui sendiri.  Selanjutnya, gunakan Mobile Banking BNI untuk kemudahan saat bertransaksi selama mudik. Bisa untuk transfer dana; pembayaran tagihan; bahkan membuka  deposito, Tapenas, dan Taplus. 

    Lalu, jika Anda menggunakan BNI SMS Banking, pastikan SMS yang diterima dari nomor 3346.  BNI hanya menggunakan nomor tersebut untuk layanan BNI SMS Banking. Hapus sent item pada menu message ponsel setelah mengirim SMS ke 3346.  Perlu diingat kembali bahwa jangan memberi tahu PIN BNI SMS Banking kepada orang lain termasuk petugas bank atau keluarga, dan hindari mencatat nomor PIN BNI SMS Banking di mana pun. Jangan lupa melaporkan nomor ponsel Anda kepada BNI apabila terjadi perubahan nomor. Dengan SMS Banking BNI, masyarakat juga bisa mentransfer dana, pembayaran tagihan, hingga transaksi e-commerce. 

    Begitu juga dengan bertransaksi melalui BNI Internet Banking melalui alamat resmi situs BNI Internet Banking yaitu di www.bni.co.id. Klik tombol login, atau langsung kunjungi https://ibank.bni.co.id. Hindari mengakses halaman web dengan mengklik alamat URL/link yang mengarahkan untuk membuka halaman web palsu. Dan tetaplah ingat untuk merahasiakan seluruh data pribadi (User Id, Password, PIN, dan Nomor OTP). 

    Pastikan komputer atau smartphone yang digunakan bersih dari malware, virus/worm, trojan atau spyware, dan lakukan scanning dengan software anti virus secara rutin. Pastikan firewall pada sistem operasi di komputer atau smartphone dalam keadaan aktif atau unduh personal firewall untuk pengamanan lebih.

    Sementara untuk penggunaan ATM, sebaiknya mengganti PIN ATM secara berkala dan jangan menerima pihak yang menawarkan bantuan di ruang ATM. Kemudian jangan meminjamkan kartu ATM dan memberitahukan PIN kepada orang lain. Perlu diingat bahwa petugas bank atau petugas BNI tidak pernah meminta PIN dari nasabah. Selain itu, perlu dihindari mencatat PIN di mana pun, misalnya di kartu debit dan dompet Anda.

    Saat memasukkan PIN, dianjurkan untuk menutup tombol PIN pad dengan tangan. Bila terjadi masalah seperti kartu ATM tertelan, jangan panik, lapor pada petugas yang ada atau lapor melalui call center BNI pada nomor 1500046.  Jangan tinggalkan gerai/lokasi mesin ATM sebelum berhasil melaporkan kepada call center bahwa Kartu ATM/ Debit tertelan mesin ATM.  Jangan biarkan kartu di-dip atau di-swipe tanpa pengawasan dan di-swipe bukan di mesin EDC. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.