Bahar bin Smith Ditegur Hakim saat Sidang, Ini Penyebabnya

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bahar bin Smith berjalan keluar ruangan seusai menjalani sidang lanjutan dengan agenda pembacaan putusan sela di Gedung Perpustakaan dan Kearsipan Kota Bandung, Kamis, 21 Maret 2019. Upaya Bahar agar hakim mengabulkan lokasi persidangan di pindah ke Pengadilan Negeri (PN) Cibinong dengan alasan TKP berada di Bogor juga tidak dikabulkan. ANTARA/Raisan Al Farisi

    Bahar bin Smith berjalan keluar ruangan seusai menjalani sidang lanjutan dengan agenda pembacaan putusan sela di Gedung Perpustakaan dan Kearsipan Kota Bandung, Kamis, 21 Maret 2019. Upaya Bahar agar hakim mengabulkan lokasi persidangan di pindah ke Pengadilan Negeri (PN) Cibinong dengan alasan TKP berada di Bogor juga tidak dikabulkan. ANTARA/Raisan Al Farisi

    TEMPO.CO, Bandung - Bahar bin Smith mendapatkan peringatan dari ketua majelis hakim, Edison Muhammad saat menjalani sidang lanjutan kasus penganiayaan dan perampasan kemerdekaan terhadap dua remaja berisial CAJ dan MKU. Bahar menjadi terdakwa dalam kasus tersebut.

    Baca: Kuasa Hukum Bahar bin Smith Bakal Siapkan 15 Saksi Meringankan

    Awalnya Bahar bin Smith mendapatkan kesempatan untuk bertanya kepada saksi meringankan yang dihadirkan oleh kuasa hukumnya dalam sidang itu.

    Saksi meringankan Nurholis menyampaikan kesaksian ihwal kegiatan korban penganiayaan oleh Bahar yakni MKU dan CAJ saat pergi ke Bali dan mengaku-ngaku sebagai Habib Bahar. Namun, kala itu, Nurholis berprasangka baik saja dan tidak mencurigai MKU dan CAJ. Peristiwa itu terjadi sebelum aksi penyiksaan yang diduga dilakukan Bahar.

    Bahar, pimpinan pondok pesantren Tajul Alawiyyin itu, bertanya ihwal prasangka baik yang dimaksudkan saksi meringankan Nurholis. "Saudara saksi Anda berkata bahwasanya Anda khusnudzon berprasangka baik. Maksudnya khusnudzon itu kepada siapa?," tanya Bahar.

    Nurholis menjawab, bahwa maksud dia berprasangka baik itu kepada MKU dan CAJ. Nurholis enggan berprasangka jelek kalau CAJ dan MKU itu berusaha menipu Nurholis dan kawan-kawannya dengan mengaku-ngaku sebagai Bahar bin Smith juga Alatas. "Saya berprasangka baik karena dia bilang habaib (keturunan nabi Muhammad)," kata Nurholis.

    Setelah itu, Bahar menegaskan apa yang dilakukan Nurholis dengan berprasangka baik itu karena menganggap MKU dan CAJ itu orang baik.

    "Jadi menurut Anda mereka ini orang baik karena tidak mungkin berprasangka baik kepada orang buruk. Izin yang mulia," ucap Bahar lantas meminta izin kepada Edison untuk mengutip salah satu dalil.

    Namun, Edison langsung memotong omongan Bahar. "Gak usah, gak usah, tak perlu itu ceramah Anda," ucap Edison.

    Edison menghentikan pembicaraan Bahar dan menganggap hal itu hanya materi ceramah Bahar semata yang biasa disampaikan saat Bahar memberikan ceramah.

    Kemudian, Bahar langsung berusaha tidak mengindahkan tudingan Edison. "Bukan ceramah yang mulia," ujar Bahar.

    Baca: Sidang Bahar bin Smith, Kesaksian Kakek Korban Tidak Konsisten

    "Saya bisa tangkap saksi ini berniat baik kepada orang yang meyakini dia baik. Dia tidaknya tahu orang ini menipu. Kalau tahu orang itu menipu tidak akan lakukan itu. Udah itu saja nggak usah dibahas lagi," kata Edison.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terobosan Nadiem di Pendidikan, Termasuk Menghapus Ujian Nasional

    Nadiem Makarim mengumumkan empat agenda utama yang dia sebut "Merdeka Belajar". Langkah pertama Nadiem adalah rencana menghapus ujian nasional.