Sandiaga Sangsi Cuitan Andi Arief Bentuk Manuver Partai Demokrat

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Wakil Presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno saat mengecek proses rekapitulasi C1 di PPK Kecamatan Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, 25 April 2019. Kedatangannya tersebut merupakan untuk melihat langsung proses rekapitulasi C1 yang tengah berlangsung. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Calon Wakil Presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno saat mengecek proses rekapitulasi C1 di PPK Kecamatan Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, 25 April 2019. Kedatangannya tersebut merupakan untuk melihat langsung proses rekapitulasi C1 yang tengah berlangsung. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta-Calon wakil presiden nomor urut 02,  Sandiaga Uno, sangsi dengan kebenaran cuitan Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief soal manuver Partai Demokrat yang hanya ingin berkoalisi dengan partai, bukan dengan Prabowo Subianto-Sandiaga. Sebab, kata Sandi, Andi pernah mencuitkan sesuatu soal dirinya dan Prabowo.

    “Ini kan Mas Andi Arief ini juga yang mencuit bahwa saya keluarin lima ratus miliar untuk Pak Prabowo itu kan? Jadi menurut saya gak jelas ini,” ujar Sandiaga di kediaman orang tuanya, Kebayoran Baru, Jakarta, Senin, 6 Mei 2019.

    Baca: AHY Ketemu Jokowi, Sandiaga: Koalisi Solid, Fight Till The End

    Sebelumnya, Andi Arief lewat akun twitter-nya menyebut ada setan gundul yang memberi informasi sesat soal kemenangan 62 persen Prabowo. "Setan Gundul ini yang memasok kesesatan menang 62 persen," cuit Andi Arief lewat akun twitter-nya @AndiArief.

    Atas hal ini, Andi Arief mengatakan Demokrat hanya ingin melanjutkan koalisi dengan Gerindra, PAN, PKS, Berkarya dan rakyat. "Jika Pak Prabowo lebih memilih mensubordinasikan koalisi dengan kelompok setan gundul, Partai Demokrat akan memilih jalan sendiri yang tidak khianati rakyat," cuit Andi Arief.

    Meski demikian, Sandiaga mengaku belum membayangkan apakah betul ini merupakan manuver dari partai berlogo bintang mercy tersebut atau bukan. Namun Sandiaga paham manuver tersebut ada. Menurutnya kedatangan Ketua Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) ke Istana Merdeka untuk bertemu Jokowi beberapa waktu lalu memang sebagai langkah politik.

    Simak: Sandiaga Tak Tahu Siapa Setan Gundul dalam Cuitan Andi Arief

    “Itu bagian daripada komunikasi politik, bagian dari silaturahim. Apalagi kita memasuki bulan suci Ramadan, kita bisa mengerti itu dalam konteks politik,” ujarnya.

    Meski demikian, ujar Sandiaga, komunikasinya dengan Partai Demokrat tetap lancar meskipun bukan melalui Andi Arief. Ia mengaku sering berkomunikasi dengan Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Pandjaitan serta Ketua Bidang Hukum dan Advokasi Ferdinand Hutahaean.

    FIKRI ARIGI | DEWI NURITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.