Pesantren Sunan Kalijaga Tolak Seruan People Power Rizieq Shihab

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab mengunjungi lokasi posko banjir di Kemuning, Keluarahan Pejaten Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, 22 Februari 2017. Tempo/Avit Hidayat

    Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab mengunjungi lokasi posko banjir di Kemuning, Keluarahan Pejaten Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, 22 Februari 2017. Tempo/Avit Hidayat

    TEMPO.CO, Yogyakarta-Pondok Pesantren Sunan Kalijaga,  Gemilang,  Bantul, menolak ajakan people power Rizieq Shihab. Pengasuh Pesantren Sunan Kalijaga, Beny Susanto,  menyesalkan maklumat pimpinan Front Pembela Islam (FPI) itu yang menuduh telah terjadi kecurangan masif, sistematis dan terstruktur pada pemilu 17 April lalu.

    “Beliau bahkan menyerukan agar dilakukan aksi massa, menuntut KPU untuk mendiskualifikasi Joko Widodo-KH. Ma’ruf Amin. Maklumat, seruan ini tidaklah patut dan semestinya ditolak, diabaikan saja karena bersifat provokatif dan fitnah yang berpotensi merusak kondusifitas kehidupan berbangsa dan bernegara,” kata Beny, Kamis, 2 Mei 2019.

    Baca: Kapolri Tito Karnavian Bantah Perintah Tembak Mati Rizieq Shihab

    Menurut Beny, peserta pemilu 2019 yang merasa dirugikan hak-haknya, termasuk menuding terjadi kecurangan masif, sistematis dan terstruktur, harus diuji di Mahkamah Konstitusi. "Bukan dari opini pribadi, kelompok, partai dan golongan," ujar dia.

    Pondok Pesantren Sunan Kalijaga berpandangan, secara otoritatif dan legal belum ada pemenang pilpres. Standing position ini, kata Beny, amat penting karena secara konstitusional proses penghitungan suara hasil pemilu berlangsung secara transparan, akuntabel, bisa dikoreksi dan berjenjang dilakukan oleh KPU.

    Simak: Yusril Ungkap Percakapan Rizieq Shihab Soal Keislaman Prabowo

    Penghitungan dari tingkat terendah di tempat pemungutan suara sampai dengan akhir di KPU pusat, diawasi oleh para saksi pasangan calon, Bawaslu, pemantau, pengawas independen, media massa dan pemantau internasional.

    Ia mengajak kepada semua pihak, baik pasangan calon, tim sukses, pimpinan parpol dan simpatisan  agar tetap bersama menjaga kondusifitas, kebersamaan, persaudaraan dan persatuan nasional. "Jauhkanlah dari fitnah, hoaks, provokasi dan ujaran kebencian yang bisa merusak harmoni dan kohesifitas seluruh warga dan bangsa tercinta Indonesia Raya,” kata dia.

    MUH SYAIFULLAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.