KPK Cecar Khofifah Soal Rekomendasinya untuk Haris Hasanuddin

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua KPK Saut Situmorang berbincang dengan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak dan Gubernur Riau Syamsuar, serta Wakil Gubernur Riau Edy Natar Nasution, saat meninjau Rutan KPK, di Jakarta, Rabu, 20 Februari 2019. ANTARA

    Wakil Ketua KPK Saut Situmorang berbincang dengan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak dan Gubernur Riau Syamsuar, serta Wakil Gubernur Riau Edy Natar Nasution, saat meninjau Rutan KPK, di Jakarta, Rabu, 20 Februari 2019. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi memeriksa Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam kasus suap Romahurmuziy pada Jumat, 26 April 2019. Dalam pemeriksaan yang berlangsung di kantor Kepolisian Daerah Jawa Timur itu, penyidik KPK menanyai Khofifah soal rekomendasi untuk Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur Haris Hasanuddin.

    Baca: Periksa Khofifah dalam Kasus Romahurmuziy, KPK Dalami Soal Ini

    “Didalami pengetahuan saksi terkait tersangka HRS (Haris Hasanuddin) dan rekomendasi untuk HRS,” kata juru bicara KPK, Febri Diansyah, Jumat, 26 April 2019. Haris merupakan tersangka yang menyuap Romy untuk bisa menduduki posisi Kakanwil Kemenag Jawa Timur.

    Rekomendasi Khofifah untuk Haris diungkap pertama kali oleh Rommy. Mantan Ketua Umum PPP itu mengungkapkan bahwa Khofifah pernah merekomendasikan Haris Hasanuddin dipilih menjadi Kepala Kantor Wilayah Kementerian Kantor Agama Provinsi Jawa Timur. "Mas Rommy, percayalah dengan Haris, karena Haris ini orang yang pekerjaannya bagus," kata Rommy meniru ucapan Khofifah seusai diperiksa di Gedung KPK, Jakarta, Jumat, 22 Maret 2019.

    Rommy melanjutkan, Khofifah juga menilai bila Haris dipilih maka kerja sama antara kanwil Kemenag dan pemerintah provinsi akan lebih bagus. "Sehingga, ke depan sinergi dengan pemprov itu lebih baik," kata Rommy meniru Khofifah. Rommy mengatakan tak cuma Khofifah yang memberikan rekomendasi kepadanya. Seorang pimpinan pondok pesantren bernama Kiai Asep Saifuddin Halim juga merekomendasikan nama Haris.

    Wartawan gagal mewawancarai Khofifah seusai diperiksa di Polda Jatim. Wartawan yang telah menunggu sejak pagi tak mengetahui bahwa Khofifah sudah pergi menggunakan mobil dinas. Padahal, wartawan sudah menunggu di titik-titik strategis untuk menjegat gubernur Jatim tersebut.

    Baca: KPK Periksa Khofifah di Polda Jawa Timur 4 Jam, Wartawan Terkecoh

    Sebelumnya, Khofifah menampik tudingan eks Ketua Umum PPP itu. Menurut Khofifah ia terakhir bertemu Romy saat dilantik sebagai gubernur di Istana Negara pada 12 Februari lalu. "Mas Romy memberi selamat, saya jawab matur nuwun (terima kasih), nyuwun pangestu (minta doanya). Makanya saya kaget dibilang memberi rekomendasi, dalam bentuk apa?" kata Khofifah di Surabaya, 23 Maret 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sidang MK Terkait Sengketa Pilpres 2019 Berlangsung Dua Pekan

    Sidang MK terkait sengketa Pilpres 2019 memasuki tahap akhir. Majelis hakim konstitusi akan membacakan putusannya pada 27 Juni. Ini kronologinya.