KPK Periksa Khofifah di Polda Jawa Timur 4 Jam, Wartawan Terkecoh

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa beraktivitas di ruang kerjanya di kompleks Kantor Gubernur Jatim di Surabaya, Jawa Timur, Jumat 15 Februari 2019. Dalam 99 hari pertama bekerja sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur,  Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto Dardak menyiapkan sejumlah program untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengatasi berbagai permasalahan di Jawa Timur dengan jargon Cepat, Efektif, Tanggap dan Responsif (CETAR). ANTARA FOTO/Moch Asim

    Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa beraktivitas di ruang kerjanya di kompleks Kantor Gubernur Jatim di Surabaya, Jawa Timur, Jumat 15 Februari 2019. Dalam 99 hari pertama bekerja sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto Dardak menyiapkan sejumlah program untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengatasi berbagai permasalahan di Jawa Timur dengan jargon Cepat, Efektif, Tanggap dan Responsif (CETAR). ANTARA FOTO/Moch Asim

    TEMPO.CO, Surabaya - Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Jawa Timur Komisaris Besar Frans Barung Mangera mengatakan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi di ruang Subdirektorat Tindak Pidana Korupsi Direktorat Reserse Kriminal Khusus, Jumat, 26 April 2019.

    Baca: Periksa Khofifah dalam Kasus Romahurmuziy, KPK Dalami Soal Ini

    Menurut Barung, Khofifah diperiksa mulai pukul 09.00-13.00. “Mengenai substansi pemeriksaanya apa, kami tidak tahu. Itu wewenang KPK, kami hanya menyediakan tempatnya saja. Yang jelas Ibu Gubernur diperiksa sebagai saksi,” kata Barung di kantornya, Jumat, 26 April 2019.

    Ketika menjalani pemeriksaan, Khofifah berhasil mengecoh awak media yang telah berjaga sejak pagi. Padahal wartawan telah berinisiatif berbagi tugas menunggu di tempat-tempat tertentu, baik di tempat kedatangan tamu penting maupun di sekitar gedung Direktorat Kriminal Khusus. Namun pergerakan Khofifah tetap tak terpantau. “Ada kok tadi. Pakai mobil dinas, pakai patwal,” ujar Direktur Reserse Kriminal Khusus Komisaris Besar Akhmad Yusep Gunawan.

    Pemeriksaan Khofifah berkaitan dengan kasus suap jual-beli jabatan yang menjerat bekas Ketua Umum Partai Persatuan Pembagunan Muhammad Romahurmuziy alias Romy.

    Baca: Romahurmuziy Seret Nama Khofifah soal Pemilihan Kakanwil Jatim

    KPK menyatakan memeriksa Khofifah sebagai saksi untuk tersangka Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Haris Hasanuddin. "Didalami pengetahuan saksi tentang tersangka HRS (Haris Hasanuddin)," kata juru bicara KPK, Febri Diansyah, Jumat, 26 April 2016.

    Saat diperiksa di Gedung KPK 20 Maret lalu, Romy berujar bahwa Khofifah dan pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Umah Surabaya, KH Asep Saifuddin Chalim, merekomendasikan Haris Hasanuddin sebagai Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur.

    Romy membantah, disebut melakukan jual beli jabatan di lingkungan Kementerian Agama. Menurut dia, apa yang ia lakukan itu hanya meneruskan aspirasi dari para tokoh, termasuk Khofifah dan Asep Saifuddin.

    "Kemudian Ibu Khofifah indar Parawansa, beliau gubernur terpilih yang jelas-jelas mengatakan, 'Mas Rommy, percayalah dengan Haris karena Haris ini orang yang pekerjaannya bagus.' Sebagai gubernur terpilih pada waktu itu beliau mengatakan 'kalau Mas Haris saya sudah kenal kinerjanya, sehingga ke depan sinergi dengan pemprov itu lebih baik," kata Romy saat itu.

    Baca: Khofifah Kaget Dibawa-bawa Romahurmuziy soal Jual-Beli Jabatan

    Khofifah pun membantah pernyataan itu. Kepada awak media yang mewawancarainya di Gedung Negara Grahadi dua hari kemudian, ia mengatakan tak pernah terlibat deal apa pun dengan Romy. Khofifah mengaku bertemu Romy kali terakhir saat pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur di Istana Negara Jakarta. “Mas Romy memberikan ucapan selamat, ya, (saya jawab) matur nuwun (terima kasih), nyuwun pangestu (minta doanya),” tutur Khofifah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.