HUT BUMN dan Kampanye Akbar, Jokowi: Tidak Ada Campur Aduk

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo atau Jokowi bersama para menteri kabinet kerja meninjau jalan Tol Pasuruan-Probolinggo yang diresmikan hari ini, 10 April 2019. Tempo/Friski Riana

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi bersama para menteri kabinet kerja meninjau jalan Tol Pasuruan-Probolinggo yang diresmikan hari ini, 10 April 2019. Tempo/Friski Riana

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo atau Jokowi menjawab kabar soal acara ulang tahun Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang diduga sebagai upaya pengerahan massa untuk kampanye akbar Jokowi - Ma'ruf di Gelora Bung Karno pada 13 April 2019.

    Baca juga: Jokowi: Jawa Tengah Menentukan Menang Tidaknya Kita

    Menurut Jokowi, kampanye di GBK itu tak ada kaitannya dengan perayaan ulang tahun BUMN. "Urusan politik, politik. Urusan pemerintahan, pemerintahan. Urusan BUMN, BUMN. BUMN mau ulang tahun di mana itu urusan BUMN. Yang jelas di GBK itu urusan politik. Tidak ada campur aduk antara BUMN dan politik, pemerintahan dan politik. Nggak ada," kata Jokowi di Gerbang Tol Probolinggo Timur, Jawa Timur, Rabu, 10 April 2019.

    Jokowi mengatakan, kampanye terbuka di GBK pada 13 April mendatang merupakan urusan politik. Adapun HUT BUMN, ia mempersilakan untuk bertanya kepada Rini. Menurut dia, perayaan ulang tahun BUMN juga diadakan di beberapa kota, seperti Semarang. "Yang saya dengar ada di Semarang. Jadi beda," ujarnya.

    Simak: Yusuf Mansur Pilih Jokowi, dengan Tetap Mendoakan Prabowo

    Mantan Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu sebelumnya mengatakan ada kampanye terselubung dalam acara ulang tahun Kementerian BUMN. Pernyataan itu disampaikan oleh Didu melalui sebuah utas yang dicuitkan lewat akun twitternya, @saididu, pada Selasa 2 April 2019.

    "Beginilah rentetan acara perayaan "ulang tahun" @KemenBUMN, dimulai dg Surat "perintah" dari Kementerian BUMN. Ini abuse of power yg merusak BUMN," cuit Said Didu pada, Selasa.

    Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno membantah jika perayaan HUT BUMN ke-21 dikaitkan dengan kampanye terselubung untuk mendukung calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo. "Enggak ada. Kita seperti gini, maaf ya, sorry ini enggak kampanye terselubung. Apa pun BUMN bisa mencapai sekarang tidak terlepas karena kepemimpinan Presiden Joko Widodo," kata Menteri Rini.

    Rini menjelaskan bahwa selama kepemimpinannya, Presiden Jokowi mendorong agar seluruh BUMN di Tanah Air dapat menjalankan bisnis secara profesional, transparan dan lincah. Ia juga menepis tudingan Said Didu yang menganggap belakangan ini acara peringatan HUT BUMN digelar secara meriah di beberapa daerah.

    Baca juga: Kampanye di Solo, Jokowi Naik Kereta Kencana dari Loji Gandrung

    Melalui akun twitter @saiddidu, Said Didu menulis "BUMN dan @KemenBUMN akan adakan acara besar2an pada :
    1) 7 April di Sidoarjo (ulang tahun bersama walau lahirnya beda2)
    2) 10 April berupa BUMN goes to Campus di slrh Indonesia (sesuai data bhw biasanya berisi kampanye teselubung).
    Silakan publik menilai apa yg terjadi di BUMN".

    "Kita merasa maaf ya, Pak Said Didu dulunya orang BUMN. Jadi saya enggak ngerti kenapa. Semua orang mengatakan kenapa acara BUMN meriah betul, ya memang kenapa? Karena kita menekankan betul sinergi BUMN," kata Rini.

    Menurut Rini, peringatan HUT Kementerian BUMN ini harus dirasakan oleh seluruh perusahaan, apalagi BUMN berhasil mencetak keuntungan lebih dari Rp 200 triliun pada 2018, melebihi angka yang ditargetkan sebesar Rp 180 triliun.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.