Kubu Jokowi Anggap Dinamika Elektabilitas di Pilpres Ibarat Balon

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasangan Capres-cawapres nomor urut 01, Jokowi dan Maruf Amin menyapa masyarakat Tangerang saat Karnaval Indonesia Satu di Banten, Ahad, 7 April 2019. Turut hadir dalam kampanye, ibu negara Iriana Joko Widodo dan istri Ma'ruf Amin, Wurry Estu Handayani, Kepala Staf Presiden Moeldoko dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. ANTARA/Puspa Perwitasari

    Pasangan Capres-cawapres nomor urut 01, Jokowi dan Maruf Amin menyapa masyarakat Tangerang saat Karnaval Indonesia Satu di Banten, Ahad, 7 April 2019. Turut hadir dalam kampanye, ibu negara Iriana Joko Widodo dan istri Ma'ruf Amin, Wurry Estu Handayani, Kepala Staf Presiden Moeldoko dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. ANTARA/Puspa Perwitasari

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Harian Tim Kampanye Nasional Jokowi - Ma'ruf, Moeldoko, mengakui elektabilitas menjelang hari pencoblosan masih mengalami dinamika. Dia mengibaratkan dinamika itu seperti balon.

    Baca: Alasan TKN Jokowi-Ma'ruf Tak Publikasikan Hasil Survei Internal

    "Ya namanya dinamika, jadi seperti balon. Kami bermain seperti balon. Begitu daerah kami diserang, kami juga menyerang di sana. Di sana juga kempes, daerah kami juga kempes. Tergantung pandai-pandai mengelola," ujar Moeldoko saat ditemui di Rumah Aspirasi, Jakarta pada Selasa, 9 April 2019.

    Kubu Jokowi menolak membuka hasil survei internal mereka soal elektabilitas kedua pasangan calon. Kendati demikian, Moeldoko membantah selisih elektabilitas Jokowi dengan Prabowo semakin menipis, bahkan sampai di angka 5,5 persen seperti survei teranyar Voxpol Center. "Enggak, 5 persen dari mana itu?" ujar Moeldoko.

    Sebelum-sebelumnya, kubu Jokowi selalu mengungkapkan berdasar survei internal, selisih elektabilitas Jokowi dan Prabowo berjarak sekitar 20 persen. Namun, sepekan menjelang hari-H pencoblosan, kubu Jokowi menolak berbicara selisih maupun angka. Moeldoko membantah hal tersebut dikarenakan karena TKN mulai tidak percaya diri atau pede akan kemenangan Jokowi di pemilihan presiden 2019.

    "Bukan enggak pede, tapi ada sesuatu yang terbuka, ada sesuatu yang perlu dirahasiakan. Karena itu berkaitan dengan strategi, kan begitu. Kalau semua terbuka, enggak menarik," ujar Moeldoko.

    Kemarin, Direktur Kampanye BPN Sugiono menyampaikan, berdasarkan survei internal timnya, elektabilitas Prabowo mencapai angka 62 persen, sementara Jokowi hanya 38 persen.

    Angka tersebut diklaim merupakan hasil survei terbaru pada pekan lalu yang melibatkan 1.440 responden dari berbagai latar belakang di 34 provinsi. Adapun metode yang digunakan dalam survei, kata dia, tak berbeda jauh dengan metode lembaga survei pada umumnya. Kendati begitu, Sugiono tak menjelaskan secara detil berapa besar margin of error. Bahkan, survei juga tidak menunjukkan adanya swing voters maupun undecided voters.

    Moeldoko mengatakan, sah-sah saja jika kubu 02 mengklaim elektabilitasnya lebih unggul. Namun, untuk saat ini kubunya tidak ingin ikut saling klaim. "Nanti kan jadi subjektif. Kami tidak mau bicara subjektif," ujar dia.

    Baca: Survei Panel SMRC: Elektabilitas Jokowi - Ma'ruf Raih 57,3 Persen

    Dia tetap optimistis bahwa 01 akan menang dengan berbagai strategi yang dimiliki kubu 01. "Kami bekerja bukan asal-asalan, kami punya strategi, cara bekerja yang tertata dengan baik, dan kami juga bisa memonitor perkembangan day by day dan daerah per daerah. Kami punya tools-nya," ujar Moeldoko.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Skenario Satu Arah Pada Arus Mudik 2019 di Tol Jakarta - Cikampek

    Penerapan satu arah ini dilakukan untuk melancarkan arus lalu lintas mudik 2019 dengan memanfaatkan jalur A dan jalur B jalan Tol Jakarta - Cikampek.