Fadli Zon Sebut Kubu Prabowo Berencana Pakai Baju Putih ke TPS

Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Fadli Zon menyampaikan orasi di Wisma Yayasan Pembangunan Indonesia (YPI), Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis 7 Februari 2019. ANTARA FOTO/Arif Firmansyah

TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Fadli Zon menanggapi ajakan capres inkumben Joko Widodo atau Jokowi kepada para pendukungnya untuk mengenakan baju putih saat pencoblosan 17 April. Fadli mengatakan kubunya juga berencana mengenakan baju putih ke tempat pemungutan suara (TPS) nanti.

Baca: Politik Putihkan TPS Kubu Jokowi Vs Prabowo di Pilpres 2019

"Kami juga memang berencana untuk pakai putih gitu," kata Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 28 Maret 2019.

Fadli mengklaim, selama ini kubunya kerap menyerukan pemakaian baju putih dalam sejumlah momentum politik. Beberapa di antaranya ialah "Putihkan Jakarta", "Putihkan Solo", dan sebagainya. Selain itu, kata dia, seragam Partai Gerindra juga berwarna putih.

"Pak Prabowo juga selalu pakai baju putih. Enggak pernah Pak Prabowo kalau kampanye pakai jas di lapangan, enggak pernah," kata Wakil Ketua Umum Partai Gerindra ini.

Fadli menambahkan, baju apa pun harusnya tak menjadi masalah asalkan tak ada simbol-simbol dari kedua kubu yang melekat. Apalagi, dia menambahkan, jika pendukung kedua kandidat mengenakan baju putih maka pilihan politiknya otomatis tetap rahasia.

Baca: Ketika Kubu Jokowi dan Prabowo Berlomba Serukan Putihkan TPS

"Kalau semunya pakai baju putih kan dari 01 02 pakai baju putih semua kan bagus," ucapnya.

Polemik baju putih ini mencuat setelah Jokowi, dalam sejumlah kampanye, mengajak para pendukungnya mengenakan baju putih ke TPS. Pernyataan itu pertama terlontar saat kampanye di Dumai, Riau. Jokowi beralasan, baju putih itu untuk mencocokkan dengan warna yang dia dan Ma'ruf Amin kenakan dalam foto yang terpampang di surat suara.

"Jangan lupa saya ingatkan 17 April itu kita pakai baju putih, karena yang mau dicoblos bajunya putih, karena kita adalah putih, putih adalah kita," kata Jokowi dalam orasi di kampanye terbuka di Lapangan Bukit Gelanggang, Kota Dumai, Riau, Selasa, 25 Maret 2019.

Koordinator juru bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak menyebut Jokowi tak memahami aturan yang melarang pemilih mengenakan atribut yang berasosiasi dengan calon tertentu.

"Itu mencerminkan beliau tidak memahami aturan, ketika menyoblos prinsipnya dan aturannya tidak boleh mengenakan simbol-simbol tertentu yang berasosiasi pada calon tertentu," kata Dahnil kepada wartawan, Rabu, 27 Maret 2019.

Baca: Di Dumai, Jokowi Ajak Pendukung Pakai Baju Putih saat Mencoblos

Dahnil juga menilai ajakan Jokowi itu berbahaya dan bisa menimbulkan perpecahan di antara masyarakat. Dia pun meminta agar pernyataan-pernyataan seperti itu tak lagi terlontar.






Prabowo Dukung Andika Turunkan Syarat Tinggi Badan Calon Taruna Akmil

6 jam lalu

Prabowo Dukung Andika Turunkan Syarat Tinggi Badan Calon Taruna Akmil

Prabowo menilai TNI memang harus menyesuaikan syarat tinggi badan tersebut dengan kondisi daerah masing-masing dan suku yang berlainan.


Bicara Peta Pilpres 2024, Cak Imin Tak Mau Model Konflik Pemilu 2019 Terulang

1 hari lalu

Bicara Peta Pilpres 2024, Cak Imin Tak Mau Model Konflik Pemilu 2019 Terulang

Cak Imin mendorong agar model-model konflik di masyarakat yang sempat terjadi pada Pemilu 2019 silam tak terulang lagi.


Soal Peluang Jadi Cawapres Prabowo atau Puan, Cak Imin: Nanti Kita Bicarakan Tuntas

1 hari lalu

Soal Peluang Jadi Cawapres Prabowo atau Puan, Cak Imin: Nanti Kita Bicarakan Tuntas

Saat ini, kata Cak Imin, koalisi yang dibangun antara Partai Gerindra dan PKB terus mengalir dan diisi dengan sejumlah aktivitas.


Partai Gerindra Ungkap Cak Imin Sosok Paling Potensial Jadi Wakil Prabowo

1 hari lalu

Partai Gerindra Ungkap Cak Imin Sosok Paling Potensial Jadi Wakil Prabowo

Muhaimin Iskandar alias Cak Imin, menjadi kandidat terkuat untuk mendampingi Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, di Pilpres 2024


PDIP Ungkap Tak Bisa Menolak Keinginan Cak Imin Jadi Wapres Puan Maharani

1 hari lalu

PDIP Ungkap Tak Bisa Menolak Keinginan Cak Imin Jadi Wapres Puan Maharani

Said Abdullah, mengaku menghargai wacana duet Puan Maharani dengan Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar alias Cak Imin pada Pilpres 2024.


Gugatan Sekber Prabowo-Jokowi, PDIP Sebut Jokowi Tidak Gila Kekuasaan

1 hari lalu

Gugatan Sekber Prabowo-Jokowi, PDIP Sebut Jokowi Tidak Gila Kekuasaan

Sekber mengajukan gugatan judicial review atas Pasal 169 huruf n UU Pemilu untuk merealisasikan agar Prabowo-Jokowi bisa maju Pilpres 2024


Peluang Duet Puan - Cak Imin, PKB: Harus Ngobrol Lagi dengan Prabowo

2 hari lalu

Peluang Duet Puan - Cak Imin, PKB: Harus Ngobrol Lagi dengan Prabowo

Wakil Ketua Umum PKB, Jazilul Fawaid, menyebut maksud Cak Imin mendoakan Puan untuk membesarkan hati Ketua DPP PDIP tersebut.


Tetap Usung Cak Imin Jadi Capres 2024, PKB: Mandat Muktamar Harga Mati

2 hari lalu

Tetap Usung Cak Imin Jadi Capres 2024, PKB: Mandat Muktamar Harga Mati

PKB menyebut mandat muktamar partai itu adalah mengusung Muhaimin Iskandar atau Cak Imin sebagai capres 2024.


Ada yang Dorong Jokowi Jadi Cawapres, Politikus PDIP: Dia Tak Gila Kekuasaan

2 hari lalu

Ada yang Dorong Jokowi Jadi Cawapres, Politikus PDIP: Dia Tak Gila Kekuasaan

Ketua DPP PDIP Said Abdullah mengatakan, Jokowi bukan orang yang serendah itu untuk serta-merta menerima jika diajukan sebagai calon wakil presiden.


Hari Kelahiran Rachmawati Soekarnoputri: Rachma dan Megawati, Adik Kakak Kerap Selisih Jalan

2 hari lalu

Hari Kelahiran Rachmawati Soekarnoputri: Rachma dan Megawati, Adik Kakak Kerap Selisih Jalan

Rachmawati Soekarnoputri kelahiran 27 September 1950. Dalam panggung politik ia kerap tak sepakat dengan Megawati, kakaknya.